Jawaban Irit Pelatih Persija Jakarta Tanggapi Persib Bandung Juara BRI Super League 2025/2026

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza enggan berbicara banyak soal keberhasilan Persib.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 23 Mei 2026, 20:37 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Ferreira De Souza saat laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (11/01/2026). (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza enggan banyak berbicara perihal keberhasilan Persib Bandung juara BRI Super League 2025/2026. Ia hanya memberikan jawaban singkat menanggapi kesuksesan sang rival.

Persib Bandung resmi keluar sebagai juara BRI Super League 2025/2026. Pangeran Biru berhasil menjadi yang terbaik pada musim ini setelah bermain imbang 0-0 saat menjamj Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5) sore.

Hasil imbang itu sudah cukup membuat Persib menutup musim di puncak BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 79 poin. Perolehan angka Pangeran Biru sebenarnya disamakan oleh Borneo FC Samarinda yang menempel ketat di posisi kedua.

Tapi, Persib berhak menjadi juara karena unggul head to head dari Borneo FC. Dari dua bentrokan musim ini, Pangeran Biru tidak terkalahkan karena sekali menang dan sekali imbang.

Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Persib dalam sejarah besar. Pangeran Biru jadi tim pertama yang sukses menjadi juara Liga Indonesia dalam tiga musim beruntun alias hattrick.


Tanggapan Singkat Souza

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza dalam jumpa pers jelang pertandingan melawa Persis Solo di Staidon Utama GBK, Minggu (26/4). (Bola.com/Abdul Aziz)

Mauricio Souza sebagai pelatih Persija Jakarta, turut memberikan pernyataannya saat ditanya soal keberhasilan Persib. Tapi jawabannya sangat singkat, padat, dan jelas.

"Mengenai (Persib) Bandung, saya benar-benar tidak punya komentar apa-apa," kata Souza.

"Selamat untuk mereka," tambahnya dalam jumpa pers pascalaga melawan Semen Padang di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/5).


Evaluasi Performa Persija

Para pemain Persija Jakarta merayakan gol kedua Gustavo Almeida pada laga pekan terakhir BRI Super League 2025/2026 pada Sabtu (23/5) sore WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Dalam kesempatan itu, Souza lebih banyak memberikan jawaban terkait penilaiannya terhadap performa Persija Jakarta sepanjang musim ini. Dia membeberkan sejumlah aspek yang jadi catatan Macan Kemayoran.

Souza mengungkap satu faktor yang jadi kekurangan Persija. Yakni tak mampu memanfaatkan 17 laga kandang, di mana mereka hanya mendapatkan 37 poin dari 51 angka.

Catatan itu menempatkan Persija ada di posisi ketiga dalam keberhasilan meraup poin terbanyak pada laga kandang. Macan Kemayoran di bawah Persib (47 poin) dan Borneo FC (46 poin).

"Terkait dengan musim kami, saya pikir kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa hal itulah yang menentukan (nasib kami di) kompetisi ini," terang dia.

"Secara historis, tim yang tampil bagus di laga tandang memiliki keuntungan di kompetisi. Namun, kami kehilangan banyak poin di kandang," imbuhnya.


Padahal Gacor di Tandang

Padahal, kata Souza, Persija punya keunggulan saat main laga tandang. Macan Kemayoran adalah tim dengan paling gacor saat main di markas lawan.

Dari 17 laga tandang yang dimainkan, Persija mampu meraup 34 poin. Jumlah itu lebih banyak dari Borneo FC (33 poin) dan Persib (32 poin).

"Kami adalah tim terbaik di laga tandang. Tim yang paling banyak mengumpulkan poin (di luar kandang). Tapi di kandang sendiri, kami membiarkan 11 poin lepas," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya