Transjakarta Obat Macet Ibu Kota

Transjakarta, langkah awal program reformasi sistem transportasi umum Pemprov DKI. Keamanan, kenyamanan, dan kecepatan diharapkan mampu menarik minat pengguna kendaraan pribadi menggunakan angkutan umum.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Januari 2004, 16:58 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Masalah transportasi adalah salah satu hal yang masih menjadi fokus pembinaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah masalah trasportasi umum. Sebab, berdasarkan penelitian, perbandingan bus dan kendaraan bermotor pribadi sudah tak seimbang, yakni sekitar delapan persen bus dan 92 persen angkutan pribadi yang jumlahnya tiap tahunnya selalu bertambah. Dari jumlah penduduk yang bermukim di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, hanya sekitar 47 persen yang terangkut dengan kendaraan pribadi. Sedangkan sisanya, 53 persen menggunakan bus untuk melakukan perjalanan harian, kecuali di hari libur.

Berlatar masalah tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah nyata. Maka, untuk mengawali program reformasi sistem dan manajemen transportasi umum di Ibu Kota, Pemprov DKI meresmikan pengoperasian "Transjakarta Busway", 15 Januari 2004. Busway dipilih karena pembangunannya sistemnya cepat dan murah. Waktu tempuh yang setara dengan sistem rel merupakan alasan lain mengapa busway dipilih untuk langkah awal ini.

Koridor perdana yang dioperasikan adalah Blok M-Kota. Rencananya, pada 2010 mendatang koridor ini akan dikembangkan hingga 14 koridor. Dengan demikian, angkutan ini mampu memberikan pelayanan maksimal pada pengguna trasportasi umum.

Koridor pertama dari Blok M-Kota terbentang sepanjang 12,9 kilometer. Di sepanjang jalur tersebut, dibangun 20 halte. Untuk armadanya tersedia sebanyak 56 dengan 120 sopir. Setiap bus berdaya tampung 85 orang. Petugas keamanan yang dikerahkan ada sekitar 500 personel. Sebanyak tiga petugas keamanan ditempatkan di setiap halte, seorang di dalam setiap bus, dan dua orang di atas jembatan penyeberangan. Nah, petugas keamanan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna Transjakarta.

Sekretaris Pusat Studi Trasnportasi Universitas Indonesia, Alvinsyah, mengatakan Transjakarta Busway lahir dari serangkaian kajian yang telah dilakukan sebelumnya oleh pakar transportasi di dalam dan luar negeri selama periode 25 tahun. Selama itu, rekomendasi-rekomendasi yang sangat relevan dan sesuai dengan kondisi saat ini diadopsi oleh pakar trasportasi itu.

Menurut Alvinsyah, ada empat alasan yang membuat para pengkaji merekomendasikan bus priority. Salah satu alasan itu adalah situasi angkutan umum yang sangat memprihatinkan dan kebutuhan akan angkutan umum yang sangat tinggi.

Manajer Proyek dan Country Director of Institut for Transportation and Departmen Policy, Fatimah Sari Nasution, mengatakan mesin Transjakarta sudah efisien. Dilihat dari segi pencemaran, busway masuk dalam kategori euro 2. Berbeda dengan bus-bus lain yang ada di Jakarta yang mungkin berada pada kategori euro 1. "Kita sudah mendatangkan ahli yang terlibat dalam pembangunan busway di Bogota, Kolumbia," ujar Fatimah.

Dalam rangka pembenahan total terhadap penggunaan jalan raya di Jakarta, Pemprov DKI juga membuat program pola transportasi makro, yaitu suatu program pengembangan sistem dan manajemen transportasi umum. Program ini ke depannya akan memasukkan empat sistem utama, yakni bus priority, seperti busway, light rail transit, seperti mono rail, mass rapid, seperti subway, dan sistem Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) dari jalur banjir kanal barat ke timur.

Dalam jangka pendek, busway memang tak akan dapat langsung mangatasi kemacetan lalu lintas Jakarta. Kendati demikian, faktor keamanan, kenyamanan, dan kecepatan yang ditawarkan, diharapkan mampu menarik minat pengguna kendaraan pribadi untuk mau menggunakan sarana transportasi umum. Dengan demikian, secara otomatis tingkat kemacetan di Jakarta akan jauh berkurang.(LIA/Tim Usaha Anda)

BIRO HUMAS & PROTOKOL PEMPROV DKI JAKARTA
Jalan Medan Merdeka Selatan No.8-9
Jakarta Pusat
Tlp. (021) 382-2746, 384-5981, 382-2656
Email: birohumasdki@cbn.net.id

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya