[VIDEO] Renovasi Masjidil Haram Tetap Berjalan pada Musim Haji

Renovasi Masjidil Haram terus dilakukan. Bahkan, saat pelaksanaan haji kian dekat, alat-alat berat tetap dikerahkan melanjutkan renovasi.

oleh Liputan6 diperbarui 29 Sep 2013, 16:51 WIB

Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia sudah berdatangan di Mekah, Arab Saudi. Pada saat bersamaan, renovasi Masjidil Haram juga terus dilakukan. Bahkan, saat pelaksanaan haji kian dekat, alat-alat berat masih dikerahkan untuk melanjutkan proses pembangunan.

Pihak kerajaan Arab Saudi memang tidak akan menghentikan proses renovasi Masjidil Haram, kendati prosesi ibadah haji sedang berlangsung. Kebijakan ini diambil untuk mengejar tenggat renovasi agar bisa diselesaikan dalam 3 atau 4 tahun lagi.

Seperti ditayangkan Liputan 6 SCTV, Minggu (29/9/2013) petang, dampak dari renovasi ini Kerajaan Arab Saudi memangkas 20 persen kuota haji. Untuk Indonesia, jumlah calon jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini sekitar 168.800 orang. Angka itu sudah termasuk pemotongan 40 ribu calon jamaah haji ONH plus.

Sebagai contoh, biro perjalanan haji Maktour hanya memberangkatkan sekitar 220-an orang pada musim haji tahun ini.

Sementara itu, menurut Menteri Agama Suryadharma Ali, dengan target penyelesaian renovasi Masjidil Haram pada 2015, jika diakumulasi selama 3 tahun itu, berarti Indonesia mengalami pemotongan kuota haji hingga 60 persen. Jika proses renovasi tersebut berjalan sesuai tepat waktu, kuota haji Indonesia akan normal kembali menjadi 100 persen pada 2016.

Surya menambahkan, kalau diperhitungkan dari hasil renovasi yang dilakukan, daya tampung Masjidil Haram akan mengalami peningkatan tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Untuk thawaf saja, jumlah jamaah haji yang bisa ditampung mencapai 105 ribu orang per jam atau meningkat dari daya tampung sebelumnya, yakni 48 ribu orang per jam. "Jadi kenaikan lebih 100 persen. Kalau kita meminta tambahan, saya kira fasilitasnya memadai," kata Surya di Medan, Sumatera Utara, Jumat 28 September 2013. (Ado/Yus)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya