Penolakan Ruhut Bisa Jadi Pelajaran

Kontroversi pengangkatan Ruhut sebagai Ketua Komisi III DPR mendapat penolakan terbesar dari anggota Komisi III sendiri.

oleh Liputan6 diperbarui 25 Sep 2013, 14:49 WIB
Citizen6, Jakarta: Akhir-akhir ini nama Ruhut Sitompul menjadi topik perbincangan publik terkait kontroversi
pengangkatannya sebagai Ketua Komisi III DPR menggantikan Gede Pasek Suardika. Beberapa pihak menilai masih banyak anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat yang lebih kompeten memangku jabatan tersebut.

Ketua fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, justru menganggap penolakan terhadap Ruhut ini sebagai
preseden buruk bagi Demokrat dan DPR, karena hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Terlebih lagi, penolakan
terbesar datang dari anggota Komisi III sendiri.

Rencana pelantikan Ruhut yang dilaksanakan pada 24 September 2013 pun dihujani interupsi dari para anggota
Komisi III DPR, sehingga sampai saat ini posisi pimpinan Komisi Hukum belum resmi berada di tangannya. Tidak
sedikit yang menyebut masalah pribadi Ruhut menjegalnya untuk menjadi pimpinan Komisi Hukum. Kondisi tersebut tidak mematahkan semangat Ruhut, namun justru sebagai tantangan.

Dari kejadian ini, terlihat bahwa anggota DPR menginginkan sosok pemimpin yang memiliki citra kepribadian baik dan mampu menjaga sikap serta tutur kata. Selama ini Ruhut Sitompul terkesan arogan dengan komentar-komentar nyelenehnya dan sering cari muka di depan Presiden SBY. Jika tidak mau berubah, penolakan terhadap Ruhut akan terus mengalir, terutama dari kalangan masyarakat luas.

Bercermin dari hal tersebut, kondisi serupa juga akan terjadi menjelang Pemilu 2014 mendatang. Masyarakat akan memilih calon pemimpin yang memiliki track record baik, yang dinilai akan mampu mengemban tugasnya sebagai kepala negara.

Selama ini masyarakat memiliki penilaian masing-masing terhadap tokoh terkemuka (Prominen) yang mencalonkan diri sebagai Presiden RI 2014. Oleh karena itu, para calon pemimpin dan para pejabat diharapkan mampu menjaga sikapnya, tidak hanya sekedar pencitraan, namun tulus dari dalam hati demi terwujudnya bangsa Indonesia yang merdeka dari masalah-masalah yang selama ini belum terselesaikan. (Titi Viorika/Mar)

Titi Viorika adalah pewarta warga.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.





Penolakan Ruhut Bisa Jadi Pelajaran

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya