Harga Emas Antam Hari Ini 22 Mei 2026 Turun Rp 12.000

Setelah melonjak kemarin, harga emas Antam hari ini turun Rp 12.000 ke Rp 2.788.000 per gram. Simak rinciannya.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 22 Mei 2026, 09:40 WIB
Petugas menata emas batangan di Galeri 24 Pegadaian Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 12.000 menjadi Rp 893 ribu per gram pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun 12.000 pada perdagangan Jumat ini setelah melonjak Rp 35.000 pada perdagangan Kamis kemarin.

Mengutip laman logammulia.com, Jumat (22/5/2026), harga emas antam dibanderol Rp 2.788.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas antam dipatok Rp 2.800.000.

Harga buyback emas Antam juga naik dengan angka yang sama. Harga buyback emas Antam hari ini turun Rp 12.000 menjadi Rp 2.592.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.592.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini Jumat (22/5/2026) untuk pengambilan Gedung Antam:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.444.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.788.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.516.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.249.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.715.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 27.375.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 68.312.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 136.545.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 273.012.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 682.265.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.364.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.728.600.000.

Harga Emas Dunia Terjegal Penguatan Dolar AS

Ilustrasi Harga Emas Hari Ini di Dunia. Foto: DAVID GRAY | AFP

Harga emas dunia turun sekitar 1% pada perdagangan Kamis setelah kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), sekaligus mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Mengutip CNBC, Jumat (22/5/2026), harga emas di pasar spot tercatat turun 1% menjadi USD 4.500,07 per ounce. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 0,7% ke posisi USD 4.502,90 per ounce.

Padahal sehari sebelumnya, harga emas sempat menguat lebih dari 1% selama sesi perdagangan AS setelah sebelumnya menyentuh titik terendah sejak 30 Maret.

Kenaikan harga minyak sendiri mencapai lebih dari 2% setelah dilaporkan Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan arahan agar uranium negara tersebut yang mendekati tingkat kualitas senjata tidak dikirim ke luar negeri.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan ketidakpastian mengenai negosiasi antara Iran dan AS masih menjadi perhatian utama pasar.

"Pada dasarnya, semuanya masih terkait dengan negosiasi antara Iran dan AS. Dalam konteks tersebut, muncul ketidakpastian apakah kesepakatan bisa tercapai atau tidak, dan situasi itu membuat kenaikan harga minyak semakin menekan emas," ujar Staunovo. 

Harga Emas Turun 15% Sejak Perang Iran Lawan AS

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Arahan yang dikeluarkan Ayatollah Mojtaba Khamenei disebut dapat memperburuk hubungan dengan Presiden AS Donald Trump dan mempersulit pembicaraan terkait upaya mengakhiri perang antara AS-Israel dan Iran.

Sejak perang dimulai pada akhir Februari, harga emas tercatat turun lebih dari 15%. Konflik tersebut juga mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Gangguan di wilayah tersebut turut mendorong kenaikan harga energi sekaligus memperbesar kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.

Di sisi lain, dolar AS mengalami penguatan. Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan menggunakan dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga kembali meningkat. Kenaikan ini membuat biaya peluang untuk memegang emas semakin tinggi karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya