Liputan6.com, Jakarta: Upacara penyambutan para praja muda Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) digelar di Kampus Institut Ilmu Pemerintahan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (5/1). Upacara yang diikuti 600 praja tingkat pertama STPDN ini dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno. Upara tersebut juga dimeriahkan marching band dari praja senior STPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Atraksi itu menjadi bagian dari acara pelepasan sekaligus penyambutan praja muda STPDN yang sudah dipindahkan ke IIP.
Dalam kesempatan konferensi pers Mendagri mengatakan, rencana peleburan STPDN dan IIP menjadi Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) tetap akan dilakukan. Tapi, peresmian lembaga pendidikan pemerintah itu masih menunggu selesainya nasa kuliah 243 mahasiswa IIP yang akan dipercepat proses pendidikannya. Perkuliahan mereka saat ini dipindah ke Badan Diklat Departemen Dalam Negeri Kalibata, Jakarta Selatan [baca: Praja STPDN Datang, Mahasiswa IIP Sedih].
Sejauh ini, para praja muda STPDN yang sudah berada di Kampus IIP baru mencapai 600 orang dari 1.200 mahasiswa yang direncanakan [baca: Ratusan Praja STPDN Tiba di Asrama IIP]. Sedangkan sisanya baru akan bergabung jika pembangunan asrama tempat tinggal mereka sudah diselesaikan. Sementara para para praja yang sudah di Jakarta dalam sepekan ini akan menjalani orientasi pengenalan kampus IIP oleh pengasuh STPDN dan mahasiswa IIP.
Sedangkan kuliah pertama para praja STPDN baru akan dimulai 12 Januari dengan kurikulum baru yaitu 65 persen pendidikan teori dan 35 persen pendidikan praktik. Mereka juga mendapat mata kuliah tambahan seperti komputer dan pelayanan prima kepada masyarakat.(ORS/Johan Heru dan Taufik Maru)
Dalam kesempatan konferensi pers Mendagri mengatakan, rencana peleburan STPDN dan IIP menjadi Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) tetap akan dilakukan. Tapi, peresmian lembaga pendidikan pemerintah itu masih menunggu selesainya nasa kuliah 243 mahasiswa IIP yang akan dipercepat proses pendidikannya. Perkuliahan mereka saat ini dipindah ke Badan Diklat Departemen Dalam Negeri Kalibata, Jakarta Selatan [baca: Praja STPDN Datang, Mahasiswa IIP Sedih].
Sejauh ini, para praja muda STPDN yang sudah berada di Kampus IIP baru mencapai 600 orang dari 1.200 mahasiswa yang direncanakan [baca: Ratusan Praja STPDN Tiba di Asrama IIP]. Sedangkan sisanya baru akan bergabung jika pembangunan asrama tempat tinggal mereka sudah diselesaikan. Sementara para para praja yang sudah di Jakarta dalam sepekan ini akan menjalani orientasi pengenalan kampus IIP oleh pengasuh STPDN dan mahasiswa IIP.
Sedangkan kuliah pertama para praja STPDN baru akan dimulai 12 Januari dengan kurikulum baru yaitu 65 persen pendidikan teori dan 35 persen pendidikan praktik. Mereka juga mendapat mata kuliah tambahan seperti komputer dan pelayanan prima kepada masyarakat.(ORS/Johan Heru dan Taufik Maru)