Denyut Kehidupan Jakarta di Tengah Melemahnya Nilai Tukar Rupiah

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 21 Mei 2026, 17:10 WIB
Denyut Kehidupan Jakarta di Tengah Melemahnya Nilai Tukar Rupiah
Pelemahan nilai tukar rupiah secara langsung maupun tidak akan menekan daya beli masyarakat dan mengubah lanskap aktivitas ekonomi di Jakarta. Tekanan inflasi pada barang konsumsi dan komoditas impor memicu respons terhadap pola belanja masyarakat. Beberapa sektor usaha di Jakarta menghadapi kenaikan beban produksi bagi yang memiliki kandungan bahan baku impor tinggi. Sementara, nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (21/5/2026) kembali ditutup di zona merah. Rupiah kembali melemah 13 poin ke level Rp 17.667 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penumpang kereta commuter line berjalan kaki dari stasiun saat jam sibuk di Jakarta pada Kamis 21 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)
Para penjual makanan (kanan) menyiapkan pesanan pelanggan di salah satu warung makan saat jam sibuk di Jakarta pada Kamis 21 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)
Para penumpang menggunakan ojek daring di luar stasiun kereta api saat jam sibuk di Jakarta pada Kamis 21 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)
Para penjual makanan menyiapkan pesanan pelanggan di warung makan mereka saat jam sibuk di Jakarta pada Kamis 21 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)
Para pengendara memasuki jalan utama saat jam sibuk di Jakarta pada Kamis 21 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya