6 Tips Menghafal Kosakata Korea Anti Lupa ala Tutor Bahasa Korea

Simak tips menghafal kosakata Korea anti lupa ala tutor bahasa Korea, mulai dari menulis ulang hingga praktik di media sosial.

oleh Arini NuranisaDiterbitkan 22 Mei 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi tips menghafal kosakata Korea. [Foto: Gemini]

Liputan6.com, Jakarta - Belajar bahasa Korea kini semakin diminati, mulai dari pelajar hingga pekerja muda. Namun, banyak pemula mengaku kesulitan menghafal kosakata karena mudah lupa saat dipelajari. Padahal, tips menghafal kosakata Korea sangat dibutuhkan karena vocabulary menjadi salah satu kunci penting untuk memahami percakapan maupun materi ujian bahasa Korea.

Pemilik kelas Les Privat Bahasa Korea asal Jogja, Amelia Putri, membagikan sejumlah cara sederhana agar kosakata Korea bisa lebih mudah diingat. Menurutnya, proses menghafal tidak cukup hanya sekali membaca, tetapi perlu dibiasakan dipakai dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam wawancara bersama Liputan6.com pada Rabu, 20 Mei 2026, Amelia mengatakan kebiasaan kecil seperti menulis ulang kosakata hingga menggunakannya di media sosial bisa membantu otak lebih cepat mengingat kata baru.

Amelia sendiri membuka kelas Les Privat Bahasa Korea dengan materi Hangeul Class, TOPIK I Preparation, beginner class, hingga intermediate class. Kelas tersedia secara online, sementara untuk area Jogja juga bisa dilakukan secara offline dengan waktu belajar yang fleksibel sesuai permintaan peserta.

1. Baca Kosakata Berulang Kali

Ilustrasi tips menghafal kosakata Korea. [Foto: Gemini]

Menurut Amelia, cara paling dasar tetapi efektif untuk menghafal kosakata Korea adalah membacanya secara berulang. Pengulangan membantu otak lebih familiar dengan bentuk tulisan maupun cara pengucapannya.

"Biasanya kalau dari aku pribadi sih memang harus dibaca berulang terus," kata Amelia kepada Liputan6.com.

Metode repetition atau pengulangan memang menjadi teknik yang banyak digunakan dalam belajar bahasa asing. Semakin sering sebuah kata ditemui, semakin besar kemungkinan kata tersebut tersimpan dalam memori jangka panjang.

2. Gunakan di Caption Media Sosial

Ilustrasi Media Sosial. ©2014 Merdeka.com

Belajar bahasa tidak harus selalu lewat buku. Amelia menyarankan agar kosakata yang baru dipelajari langsung dipakai dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di media sosial.

"Cara paling gampang sering-sering aja dipakai di caption sosmed misalnya," ujarnya.

Cara ini dinilai efektif karena membuat seseorang terbiasa melihat dan menggunakan kata tersebut dalam konteks nyata. Selain lebih santai, penggunaan bahasa Korea di caption juga bisa menjadi latihan menulis sederhana.

3. Tulis Ulang Kosakata Saat Persiapan Ujian

Ilustrasi Les Privat Online/Gemini AI

Bagi yang sedang mempersiapkan ujian bahasa Korea seperti TOPIK, Amelia punya kebiasaan khusus untuk membantu hafalan lebih kuat.

"Kalau pas mau ujian bahasa Korea biasanya kutulis ulang kosakata yang mau dihafal, dibaca berulang juga," jelasnya.

Menulis ulang dipercaya membantu meningkatkan daya ingat karena otak bekerja lebih aktif saat tangan ikut menuliskan kata-kata tersebut. Teknik ini juga membantu mengenali pola penulisan Hangeul dengan lebih cepat.

4. Catat Kosakata Baru yang Belum Dipahami

Ilustrasi membaca buku./copyright freepik

Saat menemukan kata baru, Amelia menyarankan agar tidak langsung diabaikan. Kosakata yang belum diketahui artinya sebaiknya dicatat terlebih dahulu untuk dipelajari kembali.

"Kalau menemukan kosakata yang belum tahu artinya bisa dicatat dulu, dikumpulin lalu dicari artinya. Itu membantu banget buat menghafal," katanya.

Dengan memiliki catatan khusus vocabulary, proses belajar menjadi lebih terarah. Selain itu, daftar kosakata juga bisa dibaca kembali kapan saja saat senggang.

5. Jangan Belajar Secara Loncat-Loncat

Ilustrasi Guru Les Privat Credit: Pexels.com/GustavoFring

Selain membagikan tips menghafal kosakata, Amelia juga menyoroti kesalahan yang sering dilakukan pemula saat belajar bahasa Korea. Salah satunya adalah belajar secara tidak berurutan.

"Biasanya langsung belajar ke bentuk non formal atau banmal (casual/informal), atau belajarnya loncat-loncat jadi kadang ada grammar yang kelewatan," ungkap Amelia.

Menurutnya, belajar grammar dasar secara runtut sangat penting agar tidak bingung saat masuk ke materi yang lebih sulit. Banyak pemula terlalu fokus pada percakapan santai tanpa memahami struktur bahasa formal terlebih dahulu.

6. Hindari Terlalu Banyak Sumber Belajar

Menjadi guru les privat dengan medgajar anak-anak di sekitar lingkungan rumahmu dapat menjadi salah satu pilihan bekerja secara part-time yang dapat kamu lakukan. [Dok/freepik.com]

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menggunakan terlalu banyak buku atau sumber belajar dalam waktu bersamaan. Hal itu justru membuat pemula kebingungan menentukan pola belajar.

"Kadang ada yang grammar yang kelewatan terus malah bingung buat belajarnya dari mana, apalagi yang belajarnya dari banyak sumber buku," jelas Amelia.

Amelia menyarankan pemula memilih satu sumber utama yang jelas dan konsisten sebelum mencoba materi tambahan dari sumber lain. Ia juga menilai kunci utama belajar bahasa Korea sebenarnya ada pada konsistensi. Tidak perlu langsung belajar berjam-jam dalam sehari, tetapi dilakukan rutin agar otak tetap terbiasa dengan kosakata dan grammar yang dipelajari.

Dengan metode yang tepat dan kebiasaan sederhana, menghafal kosakata Korea bisa terasa lebih ringan. Apalagi jika dibarengi praktik kecil dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan bahasa Korea akan berkembang lebih cepat dan tidak mudah lupa.

Pertanyaan Seputar Tips Menghafal Kosakata Korea

Bagaimana cara cepat menghafal kosakata Korea?

Salah satunya dengan membaca berulang, menulis ulang, dan sering memakainya dalam aktivitas sehari-hari.

Apakah menulis ulang kosakata Korea efektif?

Ya, menulis ulang membantu otak lebih mudah mengingat bentuk tulisan dan arti kosakata.

Kesalahan apa yang sering dilakukan pemula saat belajar bahasa Korea?

Pemula sering belajar secara loncat-loncat dan langsung memakai bahasa informal tanpa memahami dasar grammar.

Apakah belajar bahasa Korea lewat media sosial bisa membantu?

Bisa, karena penggunaan kosakata di caption atau unggahan membuat seseorang lebih terbiasa mengingat kata baru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya