Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Selasa, (19/5/2026). IHSG hari ini melemah di tengah mayoritas sektor saham tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini merosot 3,46% menjadi 8.370,67. Indeks saham LQ45 tergelincir 2,5% menjadi 634,82. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Dalam riset Syailendra Capital menyebutkan, IHSG saat ini berada di kisaran 6.350-6.400, melemah 29% dari all time high (ATH) 9.134 yang dicapai pada 20 Januari 2026.
“IHSG juga merosot 24% secara year to date (Ytd) menjadikan IHSG sebagai salah satu indeks dengan kinerja terburuk di dunia sepanjang tahun ini,” demikian seperti dikutip.
Dalam riset itu menyebutkan, pelemahan bersifat broad-based di hampir seluruh sektor. Namun, yang menjadi sorotan hari ini adalah tekanan signifikan di sektor mineral dan batu bara. “Pada saat yang bersamaan, rupiah masih tertekan di kisaran 17.600-17.655 per dolar Amerika Serikat. Sementara dolar AS terhadap rupiah berulang kali menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah sejak April lalu,” demikian seperti dikutip.
Adapun sejumlah sentiman yang pengaruhi IHSG antara lain, pertama, tekanan global. Yield obligasi Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun kini berada di 4,6-4,63%, menembus ambang psikologis 4,5%. Kondisi ini mendorong rotasi modal keluar dari seluruh pasar berkembang termasuk Indonesia.
Pertemuan Trump-Xi di Beijing (14-15 Mei) belum menghasilkan keputusan yang jelas dan tidak ada pengurangan tarif konkret. “Trump secara eksplisit menyatakan isu tarif tidak dibahas. Rata-rata tarif AS atas barang China tetap di 47,5%. Hal ini membuat risiko global masih tinggi,” ujar dia.
Adapun peluang pemangkasan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) pada 2026 kini nol, bahkan ada probabilitas 40% kenaikan 25 basis poin (bps) sebelum akhir tahun yang semakin memperberat kondisi pasar berkembang.
Kedua, tekanan domestik. Salah satunya MSCI Rebalancing. MSCI menghapus enam saham Indonesia dari indeks Global Standard antara lain saham AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, AMRT dan 13 saham dari small cap indeks termasuk ANTM, TAPG, DSNG, AALI, BSDE dan lainnya.
“Estimasi outflow pasif USD 1 miliar-2 mliar implementasi efektif 29 Mei 2026. Setiap USD 1 miliar outflow berpotensi melemahkan rupiah sebesar 1-1,5%,” demikian seperti dikutip.
Selain, ketidakpastian kebijakan komoditas. Rencana kenaikan royalty dan bea ekspor untuk batu bara, nikel, tembaga dan emas telah ditunda oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan alasan masih dibutuhkan formulasi kebijakan yang lebih berimbang. “Namun, kebijakan yang berubah-ubah ini malah menciptakan ketidakpastian yang terus menekan valuasi saham-saham komoditas,”.
Kinerja Perdagangan Saham
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.635,12 dan level terendah 6.323,26. Sebanyak 612 saham melemah sehingga bebani IHSG. 112 saham menguat dan 94 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 2.804.569 kali dengan volume perdagangan saham 46,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.706.
Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan. Sektor saham kesehatan naik 0,55%. Sektor saham energi turun 6,94%, sektor saham basic susut 7,3%, sektor saham industri melemah 4,54%.
Kemudian sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 2,64%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 3,34%, sektor saham keuangan melemah 2,07%. Selanjutnya sektor saham properti terperosok 1,88%, sektor saham teknologi melemah 0,74%, sektor saham infrastruktur turun 4,13%, dan sektor saham transportasi terpangkas 6,5%.
Gerak Saham
Saham ITMG melemah 6,91% menjadi Rp 23.225 per saham. Harga saham ITMG dibuka stagnan di posisi Rp 24.950 per saham. Saham ITMG berada di level tertinggi Rp 25.000 dan terendah Rp 22.975 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.546 kali dengan volume perdagangan saham 36.743 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 86,9 miliar.
Harga saham UNTR turun 3,68% saham menjadi Rp 25.500 per saham. Saham UNTR dibuka naik menjadi Rp 26.600 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 26.475 per saham. Saham UNTR berada di level tertinggi Rp 26.650 dan terendah Rp 25.400 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.425 kali dengan volume perdagangan saham 38.830 saham. Nilai transaksi Rp 99,9 miliar.
Saham NSSS susut 12,9% menjadi Rp 605 per saham. Harga saham NSSS dibuka stagnan di Rp 695 per saham.Saham NSSS berada di level tertinggi Rp 700 dan terendah Rp 595 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.572 kali dengan volume perdagangan saham 315.773 saham. Nilai transaksi Rp 19,7 miliar.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham LCKM melonjak 33,93%
- Saham RELI melonjak 24,48%
- Saham ASPR melonjak 15,42%
- Saham FOOD melonjak 10%
- Saham UDNG melonjak 9,88%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham DSNG melemah 15%
- Saham ELPI melemah 15%
- Saham TAPG melemah 14,97%
- Saham ICON melemah 14,97%
- Saham DFAM melemah 14,96%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BUMI senilai Rp 1,8 triliun
- Saham BMRI senilai Rp 1,3 triliun
- Saham BBCA senilai Rp 1,1 triliun
- Saham ANTM senilai Rp 994,5 miliar
- Saham MDKA senilai Rp 797,8 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham BUMI tercatat 157.346 kali
- Saham BIPI tercatat 100.788 kali
- Saham BNBR tercatat 87.694 kali
- Saham WBSA tercatat 78.820 kali
- Saham ANTM tercatat 75.750 kali.