Menghadang Nuklir, Aktivis Greenpeace Ditangkap

Aktivis Greenpeace menghadang laju kapal pengangkut bahan nuklir. Lima menit setelah penghadangan, pasukan elit Angkatan Laut menangkap para aktivis lingkungan itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Januari 2001, 08:28 WIB
Liputan6.com, Cherbourg: Sepuluh aktivis Greenpeace, Jumat (19/1), menghadang kapal bermuatan bahan bakar nuklir di Pelabuhan Prancis. Dengan menggunakan empat perahu karet dan dua perahu kanu, aktivis lingkungan hidup itu memblokir Kapal Pacific Pintail di Pelabuhan Cherbourg, Prancis Utara. Mereka bermaksud menghalangi keberangkatan kapal itu ke Jepang.

Dalam aksi tersebut, dua aktivis nekat menceburkan diri dan melambaikan bendera antinuklir. Namun aksi anggota Greenpeace itu hanya berlangsung selama lima menit karena pasukan elit Angkatan Laut Prancis langsung menangkap mereka.

Kapal Pacific Pintail dijadwalkan berangkat Jumat kemarin untuk membawa bahan bakar campuran uranium dan plutonium (MOX) ke pembangkit tenaga listrik di Tokyo. Bahan bakar tersebut diproduksi perusahaan Belgia Belgonucleaire dan proses penyelesaiannya dilakukan perusahaan nuklir milik pemerintah Prancis Cogema.

Pengiriman zat-zat berbahaya seperti nuklir melalui jalur laut dinilai memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Bila terjadi kecelakaan atau kebocoran, akan menimbulkan pencemaran atau bencana lingkungan hidup. Itu sebabnya, pengiriman bahan bakar nuklir tersebut kerap mengundang aksi protes dari aktivis lingkungan hidup setempat.(RSB/Rya)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya