Semoga Bunda Disayang Allah, Menginspirasi Anak untuk Semangat

Moga Bunda Disayang Allah adalah film terbaru arahan sutradara Jose Purnomo yang akan segera tayang pada 2 Agustus 2013 nanti.

oleh Liputan6 diperbarui 31 Jul 2013, 16:07 WIB
Citizen6, Jakarta: "Ajari aku mengenal semua. Seterang-terangnya dunia bagiku gerhana. Aku meyakini hanya Tuhan yang bisa, membuat yang tak mungkin menjadi mungkin. Nanti bila kelak ku bisa berdoa Moga bunda disayang Allah."

Sepenggal syair di atas adalah soundtrack lagu dari film terbaru arahan sutradara Jose Purnomo yang akan segera tayang di bioskop pada 2 Agustus 2013 nanti.

Di film yang diangkat dari novel bestseller karya Tere Liye ini menceritakan seorang pemuda bernama Karang diperankan oleh Fedi Nuril yang sangat dekat dengan anak-anak jalanan. Suatu hari ia mengalami depresi akibat kecelakaan kapal yang menewaskan 18 anak didiknya. Sampai akhirnya ia dipertemukan seorang sosok bunda yang diperankan oleh Aliya Rohali yang memintanya untuk membantu anaknya, bernama Melati yang diperankan oleh Cantika Zahra yang kondisinya buta, tuli, dan bisu dari lahir.

Menurutnya hanya Karang yang bisa menolong anaknya untuk bisa mengajarkan hal-hal yang sederhana sampai mengenal Tuhan. Kenapa harus Karang? Pemain gitar sekaligus vokalis untuk band bernama Garasi ini menuturkan,"Karena sosok Karang memiliki kelebihan. Ia mempunyai indra ke 6 dan bisa melihat isi pikiran dan hati anak-anak."

"Melihat Melati yang memang unik karena kondisinya yang buta, tuli, dan bisu, menjadi perjuangan tersendiri bagi tokoh Karang untuk mencari bagaimana cara berkomunikasi dengannya dan mencari cara terbaik agar tokoh anak ini bisa belajar," tambah pemain film Ayar-ayat Cinta ini.

Melalui proses shooting yang cukup lama, yakni selama 36 hari dalam 2 bulan, bagi kedua tokoh utama fim ini, yakni Fedi Nuril dan Shandy Aulia ada pesan moral tersendiri yang bisa mereka ambil dari film "Moga Bunda Disayang Allah" ini.

"Aku jadi banyak belajar dengan kehidupan, terutama dalam hal bersyukur. Termasuk mensyukuri segala hal yang kita punya dalam aspek kehidupan kita," ucap Shandy.

Sedangkan bagi Nuril, pesan moral dari film ini dilihatnya dari dua sisi, yaitu pada tokoh Bunda dan Karang. Dimana keduanya sama-sama mengalami cobaan berat. Di situ mereka sama-sama mempertanyakan keadilan Tuhan.

"Ini menunjukkan Tuhan pasti akan selalu membantu umatnya yang membutuhkan bantuan, tinggal kita yang mau mencari sisi keadilan itu dan mau berusaha," ungkapnya.

Pemain film 5 Cm ini ini juga tak lupa mengajak para calon-calon bunda untuk menonton film ini, tidak hanya para ibu saja. Karena menurutnya, karakter Melati di film ini dapat memberi motivasi dan menginspirasi anak-anak untuk menjadi semangat. (Mar)

Maria adalah pewarta warga.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, Ramadan atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media, kuliner dan lainnya ke citizen6@liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya