Kapolda Metro Jaya Naik Pangkat, Kompolnas Berharap Sinyal Baik

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi perubahan status kepemimpinan di Polda Metro Jaya yang kini dipimpin jenderal bintang tiga.

oleh Tim NewsDiterbitkan 14 Mei 2026, 19:19 WIB
Anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam mengungkap isi sidang etik mantan Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Bintoro yang tersandung kasus dugaan pemerasan terhadap anak bos Prodia. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi perubahan status kepemimpinan di Polda Metro Jaya yang kini dipimpin perwira tinggi Polri berpangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen).

Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam mengatakan peningkatan pangkat tersebut diharapkan turut berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Dengan kenaikan pangkat dari bintang dua menjadi bintang tiga itu diimbangi dengan peningkatan pelayanan terbaiknya kepada seluruh masyarakat, kepada komponen atau entitas masyarakat yang ada di wilayah kerja Polda Metro Jaya,” kata Choirul Anam, Kamis (14/5/2026).

Ia menilai Polda Metro Jaya memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan wilayah lain karena dinamika sosial, politik, hingga ekonomi yang cukup kompleks.

Karena itu, menurutnya, perubahan status pimpinan Polda Metro Jaya menjadi Komjen perlu diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Semoga ini menjadi sinyal yang baik untuk pelayanan masyarakat,” ujarnya.

 

Kapolda Metro Jadi Bintang Tiga

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. (Liputan6.com/istimewa)

Diketahui, Polda Metro Jaya resmi dipimpin oleh seorang pati berpangkat jenderal bintang tiga atau Komjen. Jabatan Kapolda Metro Jaya tetap diisi oleh Asep Edi Suheri yang sebelumnya berpangkat Irjen dan kini berpangkat Komjen.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan kenaikan pangkat tersebut.

"Benar untuk Kapolda Metro Jaya saat ini berpangkat Komisaris Jenderal Polisi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 TANGGAL 13 MEI 2026," katanya.

Asep Edi Suheri merupakan pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972. Pria lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan penegakan hukum, khususnya dalam pengungkapan kasus siber, narkotika, hingga kejahatan lintas negara.

Sebelumnya, Asep ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya melalui Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 menggantikan Komjen Pol. Karyoto yang diangkat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya