Sambut Nuzulul Qur'an, RWI Luncurkan Gerakan Wakaf 1000 Al-Qur'an

Dalam rangka menyambut malam Nuzulul Qur'an, Rumah Wakaf Indonesia (RWI) meluncurkan Gerakan Wakaf 1000 Al-Qur'an pada, Kamis (25/07/2013).

oleh Liputan6 diperbarui 25 Jul 2013, 12:36 WIB
Citizen6, Bandung: Dalam rangka menyambut malam Nuzulul Qur'an, Rumah Wakaf Indonesia (RWI) meluncurkan Gerakan Wakaf 1000 Al-Qur'an di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (25/7/2013). Acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk lebih banyak membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan dan juga tak lupa untuk berbagi kepada sesama. Berbagi dengan sesama dapat melalui kegiatan wakaf, yang pahalanya terus mengalir meskipun sang muwakif (orang yang berwakaf) sudah meninggal.

"Semua sudah tahu kalau membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan, pahalanya berkali lipat dibandingkan bulan biasa. Apalagi Al-Qur'an turun di bulan Ramadan. Sehingga kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih banyak membaca Al-Qur'an," ungkap Direktur RWI Reno Wisnu.

Saat ini masih banyak masjid di daerah pelosok yang belum memiliki Al-Qur'an yang memadai. Sehingga Gerakan Wakaf 1000 Al-Qur'an ini pun bertujuan untuk mengajak masyarakat bergotog royong menyediakan Al-Qur'an untuk masjid - masjid di Jawa Barat dan sekitarnya.

"Ramadan ini, RWI memiliki target untuk menyebarkan 1000 Al-Qur'an ke masjid-masjid yang ada di Jawa Barat. Insya Allah berikutnya akan lebih banyak lagi penyaluran Al-Qur'an di daerah lainnya," tambah Reno.

Selain itu kegiatan ini juga untuk lebih mensosialisasikan wakaf. Sebab untuk saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang ibadah wakaf, tidak seperti zakat, infak, dan shadaqah yang lebih populer. Dan salah satu jenis wakaf yang bisa dipilih adalah wakaf Al-Qur'an.

"Wakaf itu kesannya masih eksklusif dan hanya orang-orang yang memiliki tanah serta harta berlimpah saja yang bisa wakaf. Padahal semua orang bisa berwakaf. Dan pahala wakaf ini sifatnya terus mengalir meskipun yang membayar wakaf sudah meninggal," ujar Reno.

Dalam acara tersebut, diselenggarakan pula uji publik hafalan dari dua anak asuh yang merupakan penghafal Al-Qur'an. "Kita sengaja memilih anak-anak untuk diuji hafalannya di depan publik. Hal itu untuk mengingatkan kita yang sudah dewasa. Anak kecil saja bisa menghafal Al-Qur'an, masa kita yang sudah gede kalah," tutur Reno. (Linda Kameela/YSH)

Linda Kameela adala pewarta berita

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, Ramadan atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media, kuliner dan lainnya ke citizen6@liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya