Skandal `K-Pop` di Balik Penghapusan Unit Tentara Selebriti

Kementerian Pertahanan Korsel mengumumkan, pihaknya akan menghapus unit khusus tentara selebriti. Gara-gara tercoreng skandal.

oleh Elin Yunita Kristanti diperbarui 23 Jul 2013, 16:42 WIB
Dari kencan tanpa izin, mabuk-mabukan, hingga kunjungan ke tempat pijat dewasa, sejumlah bintang besar Korea Selatan dianggap mencoreng nama baik militer. Dan para petinggi korps tempur merasa, itu sudah cukup!

Di Korsel, wajib militer 2 tahun diberlakukan bagi semua pria dewasa, dan dianggap sebagai masalah masalah besar. Itu mengapa perlakuan istimewa yang diberikan pada para selebriti memicu kontroversi sengit -- jadi trending topik hingga memancing komentar setajam silet di jagat maya. Sementara di barak, keluhan demi keluhan disuarakan para prajurit.

Akhirnya, pada pekan lalu, Kementerian Pertahanan Korsel mengumumkan, pihaknya akan menghapus unit khusus tentara selebriti.

"Meski awalnya kami membentuk unit tersebut untuk mempromosikan militer, sayangnya, sejumlah insiden yang tak diinginkan justru merusak imej militer di mata publik. Juga menurunkan moral seluruh tentara biasa yang menjalani wajib militer," kata wakil juru bicara Kemenhan Korut Wi Yong-seob dalam konferensi pers, seperti dimuat CNN, Selasa (23/7/2013).

Perlakuan Khusus

Skandal pada selebriti Hallyu di kemiliteran diawali 1 Januari 2013 lalu. Jepretan paparazzi mengabadikan kencan rahasia Rain dengan artis top, Kim Tae-hee.

Padahal kala itu, Rain baru setengah jalan menjalani wajib militer. Kencan rahasianya itu terkuak berkat cuti khusus yang tak diberikan pada prajurit lain. Apalagi kontak dengan sipil tak dibolehkan selama bertugas dalam kemiliteran.

Sementara bulan lalu, kru televisi lokal diam-diam merekam kegiatan sekelompok selebriti -- termasuk Rain dan rekannya sesama bintang K-Pop, Seven (Se7en) sedang minum-minum di ruang khusus sebuah restoran -- lepas tampil dalam pertunjukan untuk memperingati 63 tahun Perang Korea.

Tak cuma itu, dua selebriti, Se7en dan Sangchu, dilaporkan memisahkan diri dari rombongan dan mengunjungi tempat pijat dewasa ilegal. Video skandal itu juga ditayangkan di televisi nasional.

Hasilnya, heboh besar! Publik yang marah menuntut aksi pendisiplinan. Rakyat juga mempertanyakan integritas dari kewajiban melayani negara dalam bentuk wajib militer.

"Kabar tentang Seven dan Sangchu adalah tanda kurangnya disiplin militer, khususnya selama masa tugas 20 bulan. Dan degenerasi dinas militer akan terus berlanjut," tweet salah satu pengacara ternama Korsel, Choi Young-ho.

Kabar soal skandal yang dilakukan para tentara selebriti merembes hingga ke barak. Membuat para serdadu di dalamnya murka luar biasa.

"Semua yang ada dalam barak marah," kata Yoo-min Kim (24), yang mengakhiri wajib militernya Mei lalu. "Pertanyaan yang kami ajukan saat itu,"mengapa mereka mendapatkan perlakuan khusus?"

Penampilan "tentara K-pop" dalam konser peringatan Perang Korea juga dinilai tak penting.

"Apa yang ingin disaksikan tentara adalah para penyanyi perempuan, bukan yang laki-laki," kata Kim Kwon (29), yang baru keluar dari Kemenhan.

Jadi Tentara Biasa

Dengan penghapusan unit khusus, 16 tentara selebriti akan dikirim ke unit militer biasa, bergabung dengan prajurit lain. Delapan di antaranya dijatuhi sanksi atas pelanggaran aturan kemiliteran. Belum diketahui apa bentuk hukuman itu, tapi di masa lalu, itu bisa berarti pengurangan cuti atau ditahan di penjara militer.

Unit khusus selebriti dibentuk 16 tahun lalu, bertindak sebagai humas militer. Para penyanyi, aktor dan komedian juga menggunakan keahlian mereka untuk mengisi konser untuk tentara atau tayangan-tayangan kemiliteran.

Namun, isu wajib militer untuk selebriti sejak lama jadi kontroversi. Ada yang berpendapat, bintang K-pop  dan para aktor sebaiknya tak wajib ikut dinas kemiliteran.

Sebagai imbalan atas pendapatan negara yang mereka bawa untuk negara. Seperti halnya atlet berprestasi. Mereka yang memenangkan medali di Olimpiade atau medali emas di Asian Games bebas dari wajib militer.

Namun pendapat itu cenderung sensitif, sebab latar belakang para bintang yang datang dari dunia hiburan.

Skandal Terbesar: Yoo Seungjun

Sebelumnya, Psy -- yang terkenal seantero dunia dengan "Gangnam Style" harus mengulang wajib militer pada 2007. Gara-gara melalaikan tugas dengan menggelar konser dan tampil acara TV.

Namun, jauh sebelumnya, ada penyanyi keturunan Korea-Amerika tahun 1990-an, Yoo Seungjun. Ia yang kali pertama berulah.

Yoo, generasi K-pop sebelumnya yang albumnya laku hingga 5 juta keping, beberapa kali menyuarakan tekadnya untuk melaksanakan wajib militer di televisi. Namun ketika saatnya ia harus mendaftar, pada tahun 2002, ia berpaling dan bahkan pindah kewarganegaraan, jadi WN Amerika Serikat.

Tentu saja, keputusannya bikin geger saat itu. Rakyat Korea Selatan merasa dikhianati. Pemerintah lalu membuat langkah mengejutkan: mendeportasi Yoo dan melarangnya pulang ke Negeri Ginseng itu seumur hidup.

Sejak kontroversi Yoo, isu seputar wajib militer dianggap sangat serius. Dan orang-orang punya standar ketat terhadap para selebriti," kata kolumnis K-pop, Moon Han-pyeong kepada Joongang Daily.

"Buat rakyat, tak boleh ada perlakuan khusus atau pengecualian bagi kelompok manapun." (Ein/Sss)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya