Liputan6.com, Demak: Ratusan ulama dan komponen Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah, Senin (15/1) siang, melakukan Salat Istighosah dan silaturahmi di Pondok Pesantren Ar-Riyadz Giri Kusumo, Mranggen, Demak, Jateng. Dalam kesempatan itu, mereka mendoakan keselamatan bangsa dan mendukung pemerintahan Presiden Abduraahman Wahid. Mereka juga bersedia berada di garis terdepan jika Gus Dur diturunkan secara inkonstitusional.
Seusai beristighosah, sekitar 536 ulama se-Jateng itu langsung menggelar pertemuan tertutup. Agenda utama dari pertemuan itu adalah mencermati berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Air dan berkembang di masyarakat. Selain itu, mereka juga akan mengkritisi pertentangan elite politik, yang kian kental belakangan ini. Para ulama juga sepakat untuk tak mengirim anggota Barisan Anshor Serba Guna ke Jakarta.
Sebelumnya, pada pekan kemarin, ulama se-Jawa Timur juga menyampaikan seruan serupa. Mereka menyampaikannya saat acara halal bi halal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Jatim.(ICH/Teguh Hadiprayitno dan Kukuh Ariwibowo)
Seusai beristighosah, sekitar 536 ulama se-Jateng itu langsung menggelar pertemuan tertutup. Agenda utama dari pertemuan itu adalah mencermati berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Air dan berkembang di masyarakat. Selain itu, mereka juga akan mengkritisi pertentangan elite politik, yang kian kental belakangan ini. Para ulama juga sepakat untuk tak mengirim anggota Barisan Anshor Serba Guna ke Jakarta.
Sebelumnya, pada pekan kemarin, ulama se-Jawa Timur juga menyampaikan seruan serupa. Mereka menyampaikannya saat acara halal bi halal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Jatim.(ICH/Teguh Hadiprayitno dan Kukuh Ariwibowo)