15 Mei 1948: Hari Nakba, Jutaan Warga Palestina Alami Tragedi Pengusiran

Tiap 15 Mei, masyarakat Palestina memperingati Nakba atau hari bencana bagi jutaan pengungsi.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 15 Mei 2026, 06:00 WIB
Anak-anak bermain di rumah mereka saat Hari Nakba di kamp pengungsian Al-Shati, Jalur Gaza, Palestina, Rabu (15/5/2019). Rakyat Palestina memperingati 71 tahun Hari Nakba yang berarti 'malapetaka'. (MOHAMMED ABED/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Masyarakat Palestina di berbagai penjuru dunia kembali memperingati Hari Nakba pada 15 Mei. Peringatan yang tahun ini memasuki tahun ke-78 itu menjadi momentum untuk mengenang tragedi pengusiran massal warga Palestina setelah berdirinya negara Israel pada 1948.

Istilah Nakba, yang berarti “bencana besar”, merujuk pada peristiwa eksodus besar-besaran warga Palestina yang terjadi di tengah perang Arab-Israel pertama. Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan ribu warga Palestina kehilangan tempat tinggal dan terusir dari tanah kelahiran mereka.

Dilansir dari IHH Humanitarian Relief Foundation, Jumat (15/5/2026) lebih dari 500 desa Palestina dilaporkan dihancurkan dalam konflik tersebut. Sekitar 800 ribu warga Palestina terpaksa mengungsi ke sejumlah negara Arab tetangga untuk mencari perlindungan.

Konflik yang berlangsung sejak awal abad ke-20 itu juga disebut menyebabkan hilangnya hak, tanah, dan harta benda milik warga Palestina. Berbagai kisah mengenai penderitaan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak yang menjadi korban perang, masih terus dikenang hingga kini. 

Dampak dari peristiwa Nakba masih terasa hingga saat ini. Dari total lebih dari 12 juta warga Palestina di dunia, sekitar 6 juta di antaranya hidup sebagai pengungsi di luar wilayah Palestina.

Hari Nakba tahun ini juga diwarnai aksi demonstrasi dan solidaritas di berbagai negara. Ribuan hingga jutaan orang turun ke jalan untuk mengenang korban konflik sekaligus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya