Investasi China di Pelabuhan Dunia Picu Dampak Ganda

Apa saja dampak yang dihasilkan dalam investasi China di luar negeri?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 14 September 2026, 10:31 WIB
Ilustrasi bendera Republik China. (Pixabay)

Liputan6.com, Beijing - Kehadiran China di sejumlah pelabuhan luar negeri tidak selalu menghasilkan manfaat ekonomi sebesar yang diharapkan negara tuan rumah. Meski investasi dan keterlibatan perusahaan China dapat meningkatkan kapasitas serta efisiensi pelabuhan, dampaknya terhadap perekonomian lokal dan nasional masih beragam.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Forum Kerja Sama Internasional Silk Road Maritime ke-8 yang kembali membahas peran China dalam pengembangan pelabuhan di berbagai negara.

Kehadiran China di pelabuhan luar negeri selama ini lebih banyak dibahas dari perspektif geopolitik. Namun, aspek ekonomi juga menjadi perhatian, terutama bagi negara yang menerima investasi, kontraktor, maupun operator terminal asal China, dikutip dari laman The Diplomat.

Negara tuan rumah umumnya berharap keterlibatan China dapat meningkatkan konektivitas, menciptakan lapangan kerja, mendorong aktivitas ekonomi, serta mengembangkan sektor dengan nilai tambah lebih tinggi.

China sendiri menekankan manfaat ekonomi dari keterlibatannya, seperti peningkatan volume transportasi, ekspor, dan pengembangan tenaga kerja.

Namun, sejumlah kajian menunjukkan hasil yang tidak selalu seragam.

Infrastruktur Pelabuhan Meningkat

Pada tingkat pelabuhan, keterlibatan perusahaan China memang menunjukkan sejumlah dampak positif.

Negara tuan rumah umumnya mendapatkan fasilitas baru atau peningkatan infrastruktur, mulai dari pembangunan dermaga, perluasan terminal, penggunaan crane modern, pengerukan pelabuhan, hingga peningkatan sistem teknologi informasi.

Perubahan tersebut terjadi di berbagai kawasan, termasuk Amerika Latin dan Karibia, Eropa, Asia Tenggara, serta Asia Selatan.

Pelabuhan Balboa dan Cristobal di Panama serta Zeebrugge di Belgia menjadi sejumlah contoh di Eropa dan Amerika Latin. Sementara di Asia, keterlibatan China terlihat antara lain di Kyaukphyu, Myanmar, dan Pelabuhan Mongla, Bangladesh.

Peningkatan infrastruktur memungkinkan pelabuhan menangani kapal berukuran lebih besar, meningkatkan volume kargo, serta mempercepat proses bongkar muat.

Dampaknya dapat berupa peningkatan pendapatan pelabuhan, penerimaan pajak, aktivitas bisnis lokal, serta penciptaan lapangan kerja.

Pembangunan infrastruktur yang terhubung dengan pelabuhan juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya, termasuk kawasan ekonomi khusus atau special economic zones (SEZ).

SEZ menjadi salah satu elemen yang kerap muncul dalam proyek pelabuhan yang melibatkan China, termasuk di sejumlah negara Timur Tengah.

 

 

Tidak Semua Proyek Berujung Transformasi Ekonomi

Ilustrasi bendera Republik Rakyat China (AP/Mark Schiefelbein)

Salah satu analisis terhadap keterlibatan China di 20 pelabuhan di Eropa dan Amerika Latin menunjukkan adanya pembangunan atau modernisasi dermaga, terminal, serta jaringan transportasi antarmoda.

Peningkatan tersebut kemudian berdampak pada kapasitas, waktu pelayanan kapal, dan efisiensi pelabuhan.

Lebih dari dua pertiga pelabuhan yang memiliki data menunjukkan peningkatan kinerja. Proporsi yang sama juga mengalami peningkatan konektivitas.

Investasi China juga secara langsung menciptakan atau mempertahankan ratusan hingga ribuan lapangan kerja di sejumlah pelabuhan. Beberapa pelabuhan bahkan berkembang menjadi sumber pendapatan dan penerimaan pajak yang signifikan.

Studi lain yang melihat keterlibatan China di berbagai pelabuhan Asia Tenggara dan Asia Selatan menemukan pola serupa.

Peningkatan infrastruktur di negara seperti Bangladesh, Myanmar, dan Filipina relatif umum terjadi. Perubahan tersebut mendorong peningkatan kapasitas, mempercepat waktu pelayanan, serta mendukung pembangunan kawasan sekitar pelabuhan.

Namun, bukti mengenai peningkatan penerimaan pajak dan pendapatan pemerintah dalam studi tersebut tidak sebesar yang ditemukan dalam kasus Eropa dan Amerika Latin.

Studi tersebut juga menemukan sedikit bukti mengenai transfer teknologi dalam skala besar, perkembangan SEZ yang signifikan, maupun perubahan pola perdagangan yang sangat besar sebagai akibat dari keterlibatan China.

 

 

Banyak Proyek Berubah dari Rencana Awal

Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)

Dampak ekonomi proyek pelabuhan China juga dipengaruhi oleh beragam bentuk keterlibatan perusahaan China.

Keterlibatan tersebut tidak hanya berupa investasi. Perusahaan China juga berperan sebagai kontraktor, operator terminal, penyedia peralatan, hingga penyedia berbagai layanan pelabuhan.

Jenis proyeknya pun beragam, mulai dari pengerukan, modernisasi terminal, hingga pembangunan pelabuhan laut dalam.

Sejumlah proyek bahkan mengalami perubahan setelah mulai dikerjakan dan tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan desain awal.

Dalam studi mengenai proyek di Asia Tenggara dan Asia Selatan, kondisi tersebut ditemukan pada 47 persen kasus yang diteliti.

Perubahan tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pelabuhan, politik domestik, keterbatasan keuangan negara tuan rumah, kemampuan investor atau kontraktor China, serta penolakan dari negara ketiga.

Akibatnya, terdapat kesenjangan antara tujuan awal proyek dengan hasil yang akhirnya diperoleh.

Sejumlah proyek tidak menghasilkan manfaat ekonomi sesuai ekspektasi atau tidak mengubah kapasitas dan kinerja pelabuhan secara signifikan.

Potensi Dampak Negatif

Selain manfaat ekonomi, keterlibatan China di pelabuhan luar negeri juga berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Di antaranya adalah tersisihnya perusahaan maritim lokal, berkurangnya lapangan pekerjaan tertentu, percepatan deindustrialisasi, meningkatnya ketidakseimbangan perdagangan, serta ketergantungan terhadap jaringan pelayaran China.

Karena itu, dampak keberadaan China di pelabuhan tidak dapat hanya diukur dari peningkatan kapasitas atau modernisasi fasilitas pelabuhan.

Peningkatan kinerja sebuah pelabuhan belum tentu secara otomatis menghasilkan manfaat ekonomi yang sama bagi masyarakat di sekitarnya atau perekonomian nasional.

Keterlibatan China juga tidak selalu berjalan sesuai rencana awal. Bahkan ketika proyek berhasil diselesaikan, hasil akhirnya dapat berbeda dengan target yang diharapkan negara tuan rumah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya