Legenda Manchester United Murka, Tuding Arsenal Diuntungkan Wasit Saat Kalahkan West Ham

Legenda Manchester United Peter Schmeichel mengkritik keras Arsenal dan keputusan wasit usai kemenangan kontroversial atas West Ham di Liga Inggris.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 11 Mei 2026, 14:19 WIB
Sebuah layar LED menampilkan pesan VAR selama pertandingan sepak bola English Premier League antara West Ham United dan Arsenal di Stadion London, London Timur pada 10 Mei 2026. (Adrian Dennis / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas West Ham pada pekan ke-36 Premier League 2025/2026. Duel panas di London Stadium, Minggu (10/05/2026) malam WIB, itu langsung memicu kontroversi besar selepas peluit akhir dibunyikan.

The Gunners memang sukses membawa pulang tiga poin penting dalam perburuan gelar juara musim ini. Namun, kemenangan tersebut dibayangi keputusan VAR yang membatalkan gol penyeimbang West Ham di menit-menit akhir pertandingan.

Callum Wilson sempat membuat publik tuan rumah bersorak setelah menjebol gawang David Raya. Akan tetapi, wasit Chris Kavanagh bersama VAR Darren England menganulir gol tersebut karena menganggap terjadi pelanggaran terhadap Raya dalam proses terciptanya gol.

Keputusan itu langsung memancing reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk legenda Manchester United, Peter Schmeichel. Mantan kiper Timnas Denmark tersebut bahkan menyebut Arsenal mendapat keuntungan dari standar ganda sepanjang musim ini.


Schmeichel Semprot Arsenal usai Laga Lawan West Ham

Kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel mengikuti sesi wawancara khusus bersama awak media di SCTV Tower, Jakarta, Sabtu (5/8/2023) (Bola.com/Abdul Aziz)

Peter Schmeichel tidak menyembunyikan rasa frustrasinya setelah melihat Arsenal kembali meraih kemenangan kontroversial. Ia menilai The Gunners mendapat perlakuan berbeda dibanding tim lain di Premier League.

Menurut Schmeichel, Arsenal justru sering menggunakan cara serupa saat mencetak gol musim ini. Karena itu, ia merasa aneh ketika kontak yang terjadi kepada David Raya justru dianggap sebagai pelanggaran.

Legenda Manchester United tersebut juga mengutarakan satu hal yang berada di benak banyak fans klub lain. Ia mengatakan Arsenal tidak akan berada di puncak klasemen jika standar keputusan seperti itu diterapkan secara konsisten sejak awal musim.

"Yang benar-benar membuat saya marah adalah Arsenal tidak akan pernah berada di puncak klasemen jika itu adalah tendangan bebas. Begitulah cara mereka mencetak begitu banyak gol, dengan menghalangi orang, menahan orang, melakukan segala macam hal,” ketusnya, seperti dikutip dari Goal.


VAR dan Wasit Jadi Sasaran Kemarahan

Para pemain mengajukan banding kepada wasit Chris Kavanagh setelah ia membatalkan gol Callum Wilson dari West Ham selama pertandingan Liga Inggris antara West Ham dan Arsenal di London, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto AP/Ian Walton)

Selain mengkritik Arsenal, Schmeichel juga menyoroti buruknya proses pengambilan keputusan VAR dalam laga tersebut. Ia merasa pemeriksaan yang berlangsung terlalu lama justru menunjukkan adanya keraguan besar dari tim wasit.

VAR diketahui membutuhkan waktu hampir lima menit untuk meninjau insiden sebelum akhirnya gol West Ham dibatalkan. Situasi itu membuat suasana pertandingan semakin panas, terutama bagi pendukung tuan rumah.

Lanjut Baca:

Schmeichel menilai keputusan tersebut sangat tidak konsisten dengan banyak kejadian serupa sepanjang musim ini. Ia pun mempertanyakan alasan mengapa insiden tersebut tiba-tiba dianggap sebagai pelanggaran. “Dan kemudian kita sampai pada titik ini, VAR membutuhkan waktu lima menit, Darren England sebagai VAR, membutuhkan waktu lima menit. Ia memulainya lagi dan lagi dan lagi… itu sendiri menimbulkan begitu banyak keraguan pada keputusan itu bahwa itu tidak mungkin tendangan bebas. Saya rasa itu sangat salah," serunya. "Saya hanya tidak mengerti mengapa tiba-tiba itu menjadi tendangan bebas, karena itu tidak pernah terjadi pada tim mana pun sepanjang musim. Semua ini, sungguh gila. Dan keputusan hari ini, itu sangat salah di banyak tingkatan," klaim Schmeichel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya