Potongan Tarif Ojol 8% Mulai Juni 2026, Wamenaker Bakal Panggil Aplikator

Potongan tarif ojek online (ojol) ditargetkan mulai berlaku mulai Juni 2026.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 09 Mei 2026, 06:30 WIB
Di bawah rindang pohon di Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Farid mengisahkan keresahannya. Bukan soal jalanan macet atau orderan penumpang yang dikeluhkannya, tapi potongan biaya aplikasi yang dinilainya memotong cukup besar argo perjalanan yang setiap hari dilakoninya.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor ditargetkan potongan tarif ojek online (ojol) berlaku mulai Juni 2026. Dia berencana memanggil pihak aplikator transportasi daring dalam waktu sekat.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dalam May Day 2026 lalu meminta potongan tarif ojol diturunkan menjadi 8% menyusul keluhan mitra pengemudi yang mengaku dipotong hingga 20%. Afriansyah berharap mandat itu bisa berjalan mulai Juni 2026.

“Mudah-mudahan bulan Juni,” kata Afriansyah, ditemui di Plaza BPJamsostek, Jumat (8/5/2026).

Keputusan penurunan potongan aplikator itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. Beleid ini jadi kado bagi mitra ojol yang diumumkan Prabowo saat perayaan Hari Buruh Internasional, pekan lalu.

Afriansyah menyampaikan, hal tersebut akan dibahas bersama dengan para aplikator transportasi online. Dalam waktu dekat rencananya dia akan memanggil para perusahaan ojol tersebut.

“Ini dalam proses. Kami sedang melakukan komunikasi dengan pihak aplikator besar, ya. Tapi mereka sudah tahu. Segera (dipanggil)," sebut Afriansyah.

 

Wanti-Wanti Prabowo

Sebagai informasi, perayaan May Day 2026 mengangkat tema "Solidaritas Tanpa Batas, Tanpa Sekat, Tanpa Perbedaan, dan Berjuang Bersama untuk Kesejahteraan Buruh Indonesia yang Berkeadilan". Tampak dalam foto, Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan berdiri) didampingi sejumlah pimpinan organisasi-organisasi buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta penyedia aplikasi ojek online (ojol) tidak memotong besar tarif yang berlaku. Dia meminta potongan tidak lebih dari 10%.

Diketahui, mitra pengemudi ojol mengaku saat ini dilungut 20% biaya perjalanan oleh aplikator. Maka, para pengemudi meminta batas maksimal 10% potongan biaya aplikator.

Prabowo menyadari hal tersebut. Dia turut menanyakan langsung kepada ribuan buruh di Monumen Nasional.

"Saudara-saudara, ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari, ojol aplikator perusahaan minta disetor 20%, gimana ojol? Setuju 20%? Bagaimana 15%? Berapa, 10? Kalian minta 10%?," tanya Prabowo dalam Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

 

 

Tak Boleh Lebih dari 10%

Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Dia mengungkap peran dari kelompok buruh. Menurutnya, bekat buruh pula, dia bisa menjadi pemimpin Republik Indonesia.

Dia menegaskan tidak setuju jika potongan tarif ojol oleh aplikator sebesar 10%. Dia meminta aplikator memotong lebih rendah dari 10%.

"Saya katakan disini, saya tidak setuju 10%, harus di bawah 10%," tegas Prabowo.

Kepala Negara ini menginginkan keuntungan dari tarif ojol masuk lebih banyak kepada mitra pengemudi. Dia mewanti-wanti seluruh aplikator mengikuti imbauannya. "Enak aja, lu yang keringet dia yang dapet duit. Sorry aje. Kalau gak mau ikut kita gak usah berusaha di Indonesia," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya