KTT ASEAN Dibuka, Filipina Serukan Solidaritas Hadapi Konflik Global

Siapa saja pemimpin negara yang hadir dalam KTT ASEAN di Cebu, Filipina?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 08 Mei 2026, 11:02 WIB
Kunjungan ini merupakan langkah strategis Indonesia dalam memperkuat peran di kawasan Asia Tenggara serta merumuskan kebijakan bersama menghadapi tantangan global. Tampak dalam foto, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., dan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn (dari kiri ke kanan) berfoto bersama dalam KTT Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur (BIMP-EAGA) di sela-sela KTT ke-48 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Cebu, Filipina, Kamis 7 Mei 2026. (Rolex DELA PENA/POOL/AFP)

Liputan6.com, Manila - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyerukan para pemimpin di Asia Tenggara agar bersatu dan teguh di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik saat secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN, Jumat (8/5/2026).

Dalam sambutan pembukanya di hadapan para pemimpin ASEAN, Marcos mengatakan bahwa kawasan Asia Tenggara menghadapi "momen yang menentukan" di tengah disrupsi dan konflik global yang terus berdampak pada ekonomi, kehidupan masyarakat, dan stabilitas kawasan.

"Kita bertemu di tengah tantangan besar yang terjadi di kawasan kita dan lebih jauh lagi," kata Presiden Filipina saat menyoroti dampak ketegangan di Timur Tengah terhadap ASEAN.

"Tugas-tugas ASEAN harus dilanjutkan, bukan karena tantangannya, tetapi karena waktu menuntut jawaban kita atas tantangan tersebut," ucap dia, menambahkan.

Marcos mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyesuaikan pelaksanaan pertemuan ASEAN dengan mengurangi kegiatan non-esensial dan mengubah format sejumlah agenda menjadi pertemuan daring, dikutip dari Antara News, Jumat (8/5).

Hal tersebut, ucapnya, adalah untuk mengatasi dampak tekanan energi dan ekonomi yang semakin meningkat akibat konflik di Timur Tengah.

Meski dengan penyesuaian tersebut, ia menegaskan bahwa ASEAN teguh berkomitmen menjaga kerja sama dan menyesuaikan respons regional melalui pertemuan antara menteri luar negeri serta ekonomi, pertanian, dan energi.

Presiden Filipina juga menegaskan kekuatan ASEAN ada pada persatuan dan kerja samanya, khususnya di masa-masa tak tentu seperti saat ini.

"ASEAN senantiasa mendapatkan kekuatannya bukan dari keseragaman, tetapi dari persatuannya," kata dia.

Sebelum pembukaan pertemuan puncak KTT ke-48 ASEAN, Presiden Marcos dan Ibu Negara Liza Araneta-Marcos menyambut para pemimpin ASEAN serta pendamping yang tiba di lokasi pertemuan.

Para pemimpin ASEAN yang hadir yaitu Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Manet, Presiden RI Prabowo Subianto, PM Laos Sonexay Siphandone, dan PM Malaysia Anwar Ibrahim.

Kemudian, PM Singapura Lawrence Wong, PM Thailand Anutin Charnvirakul, PM Timor Leste Xanana Gusmao, dan PM Vietnam Le Minh Hung.

Adapun Myanmar diwakili oleh Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri U Hau Khan Sum.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya