Laporan Liputan6.com dari Sapa: Menjajal Fitur Log pada Samsung Galaxy S26 Ultra

Agar hasil video tampil lebih sinematik, pengguna Samsung Galaxy S26 Ultra bisa menggunakan Log untuk menentukan gradasi warna saat editing video.

oleh Tim TeknoDiterbitkan 08 Mei 2026, 08:20 WIB
Samsung Galaxy S26 Ultra. Liputan6.com/Fellyanda Suci Agiesta

Liputan6.com, Sapa - Travel Vlogger Andy Garcia membagikan pengalamannya saat menggunakan Samsung Galaxy S26 Ultra. Menurut Andy, ada tiga perbedaan dengan Galaxy S25 sebelumnya, yaitu aperture, stabilisasi, dan fleksibilitas color.

Agar hasil video tampil lebih maksimal, Andy menggunakan Log untuk menentukan gradasi warna saat editing video.

Log adalah teknik yang digunakan untuk merekam video dengan rentang dinamis yang luas, memungkinkan sensor kamera menangkap luminance dari area yang sangat gelap hingga sangat terang. Cara ini penting untuk proses color grading video.

Andy menjelaskan fitur Log Galaxy S26 Ultra memiliki lebih dari empat preset LUT bergaya sinematik yang memudahkan preview hasil akhir secara langsung saat perekaman berlangsung, sehingga ia bisa memastikan look visual yang diinginkan sebelum masuk ke tahap editing.

"Dengan format Log saya sudah terbiasa, tapi preset LUT-nya yang benar-benar menghemat waktu. Saya bisa langsung lihat apakah look-nya di empat LUT yang tersedia sudah sesuai karakter konten saya tanpa harus tunggu masuk editing dulu," kata Andy, Kamis (7/5/2026) di Sapa, Vietnam.

Seperti diketahui, Samsung Log di Galaxy S26 Ultra mendapat lima LUT (preset warna) yang memungkinkan perekaman dengan dynamic range luas untuk fleksibilitas color grading agar menghasilkan konten sinematik dengan mudah saat traveling.

 

Pilih Aperture f/1.4

Andy memaksimalkan berbagai fitur yang tersedia di Galaxy S26 Ultra. Dengan memanfaatkan aperture f/1.4, ia bisa menghasilkan video sinematik meski dalam keadaan cahaya yang tidak menentu.

Andy menjelaskan aperture yang lebih lebar berarti lebih banyak cahaya yang masuk, hasil lebih terang di kondisi low-light, dan blur background yang lebih natural. Dukungan ProVisual Engine memastikan detail tekstur tetap terjaga meski dalam situasi pencahayaan yang tidak ideal.

"Travel itu dinamis, dan momen terbaik sering muncul di kondisi low-light. Perbedaan f/1.7 ke f/1.4 itu kelihatan banget hasilnya, terutama pas shoot di kondisi yang tidak bisa diulang," tuturnya memungkaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya