Teroris Santoso Muncul di Youtube, Polri: Tingkatkan Kewaspadaan

Tayangan itu jadi bagian antisipasi Polri. Masyarakat, khususnya anggota Polri untuk meningkatkan kewaspadaan.

oleh Edward Panggabean diperbarui 10 Jul 2013, 19:06 WIB
Kemunculan anggota terduga teroris Santoso alias Abu Wardah di situs jejaring sosial You Tube, pada 7 Juli 2013 lalu, memunculkan spekulasi kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur itu ingin kembali melancarkan serangan. Sejumlah pengamat terorisme menilai aksi itu ingin menunjukkan bahwa Santoso dalam melakukan aksi teror tidak sendirian.

Menanggapi kemungkinan itu, Polri mengimbau agar aparat keamanan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Tayangan itu jadi bagian antisipasi Polri. Kita ingatkan seluruh masyarakat, khususnya anggota Polri untuk meningkatkan kewaspadaan,” kata Kadiv Humas Irjen Pol Ronny F Sompie, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Terlebih, ia menjelaskan dalam rekaman video berdurasi 6 menit 3 detik itu, Santoso menyerukan perlawanan kepada Detasemen Khusus 88 Anti-Teror Polri (Densus 88). Pihaknya juga telah mengambil langkah antisipasi serangan mengingat Santoso lama menjadi buronan polisi.

"Antisipasi setiap pelaksanaan tugas agar antisipasi bisa dilakukan secara bersinergi dengan seluruh stakeholder Polri dengan masyarakat dan semua pihak," imbuh Ronny.

Polri mengakui kesulitan untuk mencari buronan tersebut. Namun saat ini, Divisi Cybercrime Polri tengah melakukan pemeriksaan untuk menyisir lokasi pembuatan video. Pelaku pengunggah video tersebut menggunakan akun bernama al Himmah, juga jadi sasaran pencarian polisi.

"Kesulitan menangkap Santoso. Memang setiap tersangka yang masuk DPO mempunyai karakteristik menghindar dari kepolisian. Walau pun banyak kendala kita berupaya mencari melalui IT dan taktis penyelidikan untuk menemukan yang bersangkutan," jelas Ronny.

Ditegaskannya pencarian pelaku ini dinilai penting untuk mengantisipasi tindakan-tindakan teror selanjutnya yang mungkin dilakukan. Saat ini, video itu sudah tak dapat diakses dan sengaja diblokir.

"Agar tidak ada rasa was-was di masyarakat, Polri terus melakukan upaya pencegahan dan perlindungan di masyarakat. (Pemblokiran) dilakukan oleh negara melalui aparatnya dengan menghentikan akses ke YouTube," ujar perwira berbintang dua itu.

Dalam video tersebut, orang yang diduga Santoso didampingi dua pengawalnya yang menenteng senjata api laras panjang menyampaikan seruan jihad. "Antum (Anda) tidak perlu ragu ketika menghadapi Densus 88. Antum harus semangat,"ujar Santoso.

Para pengawalnya memakai penutup muka, Santoso hanya mengerudungkan kain hitam sehingga wajahnya terlihat jelas. Dalam video itu juga tertulis Mujahidin Indonesia Timur. Bagian awal juga menampilkan jasad seseorang mengenakan pakaian TNI.

Video tersebut terdengar sangat provokatif karena Santoso mengajak para pengikutnya untuk melawan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri. "Seruan01" tersebut diunggah oleh akun Al Himmah pada Selasa 6 Juli 2013. (Adi/Yus)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya