Kontroversi Handball Bayern vs PSG: Chris Sutton Nilai Regulasi UEFA Tidak Masuk Akal!

Peraturan handball kembali memancing polemik usai duel semifinal Liga Champions Bayern vs PSG berlangsung penuh kontroversi, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 07 Mei 2026, 16:30 WIB
Pemain Bayern Munchen, Dayot Upamecano (kanan), berusaha untuk menghentikan pemain Paris Saint-Germain (PSG), Khvicha Kvaratskhelia, dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026 Bayern vs PSG di Allianz Arena, Munchen, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Matthias Schrader)

Liputan6.com, Jakarta - Peraturan handball kembali memancing polemik usai duel semifinal Liga Champions antara Bayern Munchen kontra PSG berlangsung penuh kontroversi, Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.

Keputusan wasit Joao Pinheiro yang tidak memberikan penalti atas insiden bola mengenai tangan Joao Neves memicu protes keras dari publik Allianz Arena dan menjadi bahan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola.

Bayern tengah berupaya mengejar defisit agregat ketika sapuan Vitinha justru membentur tangan rekannya sendiri di area terlarang. Banyak pihak menilai kejadian tersebut seharusnya berbuah hadiah penalti untuk tim tuan rumah.

Die Roten memang membutuhkan tambahan gol demi menjaga asa melaju ke partai final. Walau Harry Kane sempat mencatatkan namanya di papan skor, PSG tetap sukses mengamankan tiket menuju Budapest dengan keunggulan agregat tipis 6-5.

Sejumlah analis sepak bola pun langsung menyoroti aturan handball yang dinilai semakin sulit dipahami. Chris Sutton menjadi salah satu sosok yang paling keras melontarkan kritik terhadap keputusan tersebut.


Penjelasan Aturan yang Dipakai Wasit

Willian Pacho mencoba merebut bola dari Harry Kane di laga Bayern Munchen vs PSG, Kamis (7/5/2026) (AP Photo/Matthias Schrader)

Banyak suporter Bayern mempertanyakan alasan VAR tidak merekomendasikan peninjauan ulang terhadap momen itu. Namun, regulasi terbaru UEFA memang memberikan pengecualian dalam kondisi tertentu.

Handball tidak dianggap sebagai pelanggaran apabila bola datang dari rekan setim dalam situasi yang dianggap sulit dihindari pemain. Wasit menilai Joao Neves tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi menghindari bola.

"Itu termasuk situasi ketika bola tiba-tiba mengenai Anda dari rekan setim sendiri, bahkan saat posisi tangan berada jauh dari tubuh," kata Dale Johnson dari analis BBC Sport.

"Saat Vitinha menyapu bola, apakah Joao Neves bisa memperkirakan bola langsung mengarah kepadanya?" lanjutnya.


Chris Sutton Semprot Aturan Handball

Bintang Bayern Munchen, Harry Kane, menutup wajahnya setelah laga kontra Paris Saint-Germain (PSG) di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026 berakhir. Bayern Munchen gagal melangkah ke final Liga Champions karena kalah agregat 5-6 dari Paris Saint-Germain (PSG). (AP Photo/Matthias Schrader)

Chris Sutton menilai regulasi tersebut terlalu absurd dan membuka ruang tafsir yang sangat luas. Mantan penyerang Chelsea itu khawatir aturan seperti ini justru membuat keputusan handball semakin tidak konsisten.

Stephen Warnock pun mengaku bingung dengan standar penerapan handball musim ini. Menurutnya, para penggemar kini makin kesulitan menentukan insiden mana yang pantas dianggap pelanggaran.

"Insiden handball itu, saya tidak ingin terlalu mengkritik aturan handball, tetapi regulasi itu benar-benar konyol," tegas Chris Sutton.

Lanjut Baca:

"Jadi sekarang Anda bisa menendang bola, lalu ketika bola melayang di udara Anda meninju bola dan tetap tidak dihukum karena itu," sindir Sutton.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya