Mau Pergi Haji, Menkeu Purbaya Bocorkan Doa yang Bakal Dipanjatkan

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan berangkat haji pada 21 Mei 2026. Dalam waktu dekat ia juga akan berlatih dulu agar perjalanan haji lancar.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 06 Mei 2026, 18:20 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Pelantikan Pejabat Kemenkeu, di Gedung Juanda 1 Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Ia mengaku akan mendoakan agar ekonomi Indonesia terus tumbuh kuat dan lebih cepat ke depan.

Purbaya mengatakan dirinya dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 21 Mei 2026. Ia juga menyebut akan mengikuti pembekalan calon jemaah haji pada malam hari.

“Oh nanti malam mau latihan tuh, katanya malam ini saya mau dituntun gimana cara melakukan haji yang baik,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Ia berharap kondisi ekonomi Indonesia terus membaik sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan masyarakat secara luas.

“Doa supaya kita ekonominya bagus terus. Makin kuat, makin kuat. Tiga tahun lagi kita kaya bareng-bareng,” ujarnya.

Purbaya juga sempat berkelakar soal kemungkinan menambahkan gelar haji di depan namanya sepulang dari Tanah Suci.

“Boleh enggak tambah nama Haji Muhammad? Jadi Haji Muhammad Purbaya,” katanya sambil tertawa.

 

Pertumbuhan Ekonomi

Deretan gedung bertingkat terlihat dari jendela gedung pencakar langit di kawasan Jakarta, Kamis (26/12/2019). Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan di kisaran 5,2%, berada di bawah target APBN 2020 sebesar 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan atau year on year (YoY) pada kuartal I 2026. Angka tersebut menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 menjadi yang tertinggi untuk periode Januari-Maret sejak 2021.

“Kalau kita bandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulanan secara tahunan, ini adalah yang tertinggi sejak kuartal II 2021,” kata Amalia, Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 4,87 persen.

Meski tumbuh positif secara tahunan, BPS mencatat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 0,77 persen secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq).

Amalia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 dihitung berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.447,7 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya