Detik-Detik 2 Pelajar SMP Tenggelam di Lampung, Saling Tolong Berakhir Maut

Kedua korban diketahui berinisial AR (13) dan RA (13), warga Pekon Bakhu, Kecamatan Batu Ketulis.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 06 Mei 2026, 03:07 WIB
Polisi saat mengevakuasi dua pelajar SMP yang tewas tenggelam di Sungai Way Semaka, Lampung Barat (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa tragis menimpa dua bocah SMP di Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Keduanya tewas tenggelam di Sungai Way Semaka, Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Selasa (5/5/2026) siang, saat hendak menolong temannya yang lebih dulu kesulitan di air.

Kapolres Lampung Barat, Samsu Wirman, membenarkan kejadian tersebut. Insiden terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, tidak lama setelah para korban pulang sekolah.

Kedua korban diketahui berinisial AR (13) dan RA (13), warga Pekon Bakhu, Kecamatan Batu Ketulis. Keduanya merupakan pelajar yang masih duduk di bangku SMP.

"Peristiwa bermula saat tujuh anak pergi ke Sungai Way Semaka untuk berenang. Sekitar 30 menit berada di lokasi, mereka berniat mengakhiri aktivitas tersebut. Namun, korban RA diduga mulai kesulitan dan terlihat hampir tenggelam," ujar AKBP Samsu, Selasa (5/5).

Melihat kondisi itu, AR berusaha menolong rekannya. Nahas, diduga karena kelelahan dan tidak mampu menguasai arus sungai, AR justru ikut terseret ke dalam air. Keduanya pun tenggelam bersamaan.

Lima rekan lainnya yang berada di lokasi langsung meminta bantuan warga. Aparat pekon bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian.

“Korban pertama ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sungai. Sekitar 30 menit kemudian, korban kedua juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

 

Evakuasi

Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Kenali untuk pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kapolres menyebut, kedua korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai di sungai dengan arus cukup deras.

Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan langsung membawa jenazah ke rumah duka untuk dimakamkan.

"Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengevakuasi korban. Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di sungai atau lokasi berisiko lainnya," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya