Kisah Nagata, MVP BRI Youth Champion League Yogyakarta yang Terinspirasi Rizky Ridho

Nagata menjadi pemain terbaik di turnamen BRI Youth Champions League Yogyakarta, ajang kolaborasi BRI dan Barcelona untuk talenta muda.

oleh Tyas Titi KinaptiDiterbitkan 07 Mei 2026, 15:41 WIB
Kisah Nagata, MVP BRI Youth Champion League Yogyakarta yang Terinspirasi Rizky Ridho (Foto/Tyas Titi)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia melalui penyelenggaraan BRI Youth Champion League yang berlangsung di Yogyakarta pada 25–26 April 2026. Kompetisi ini menjadi wadah bagi talenta muda untuk mengembangkan kemampuan dan merasakan atmosfer persaingan yang kompetitif sejak dini.

Dalam ajang BRI Youth Champions League U-14 regional DIY tersebut, enam tim yakni Mataram Utama, Insan Prima Sleman, IM Naturindo, Gukiti FC, SSB MAS, dan HW UMY bersaing menunjukkan permainan terbaik mereka di HK Mini Soccer Monjali, Yogyakarta. Mataram Utama tampil konsisten dan berhasil menjaga posisi di puncak klasemen hingga akhir turnamen.

Di balik keberhasilan tersebut, Nagata menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian. Penampilannya yang konsisten, kerja keras di lapangan, serta kontribusinya dalam menjaga ritme permainan tim membuat dirinya layak dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) turnamen.

 

Persiapan Singkat, Hasil Maksimal

Perjuangan Manis Mataram Utama Raih Juara 1 BRI Youth Champions League Yogyakarta (Foto/Tyas Titi)

Lelaki bernama lengkap Nagata Akmal Fawwaz ini telah menekuni sepak bola sejak duduk di bangku kelas 3 SD. Selama enam tahun, olahraga tersebut menjadi bagian penting dalam kesehariannya.

Kini, ia tercatat sebagai siswa SMPN 2 Sewon dan sudah sekitar satu tahun bergabung bersama klub Mataram Utama. Di dalam tim, pria yang akrab disapa Nagata ini dipercaya mengisi posisi bek dengan nomor punggung 18.

Menjelang turnamen BRI Youth Champion League Yogyakarta, kondisi Nagata sebenarnya tidak sepenuhnya ideal. Ia sempat mengalami cedera pada lutut dan pergelangan kaki. Padahal waktu persiapan yang dimiliki juga cukup terbatas, hanya sekitar dua minggu. Meski demikian, ia tetap berusaha memaksimalkan persiapan yang ada.

Berlatih Umpan 

Selama masa persiapan, Nagata fokus pada hal-hal dasar, seperti menjaga kondisi fisik, sekaligus mengasah kemampuan umpan yang menjadi bagian penting dari perannya sebagai bek. Baginya, umpan yang akurat tidak hanya membantu membangun serangan dari lini belakang, tetapi juga menjaga ritme permainan tim tetap terorganisir.

Latihan yang ia tekuni tersebut berbuah manis. Penampilannya yang konsisten, disiplin dalam bertahan, serta kontribusinya dalam membangun serangan dari lini belakang mengantarkannya meraih predikat MVP dalam turnamen tersebut. Ia juga memperkuat mental bertanding dan menjaga pola makan agar tetap bugar saat tampil di lapangan.

“Persiapan lebih mental, fisik, sama pola makan dan berlatih umpan” ujarnya.

Aktif Mengikuti Turnamen Sepak Bola Usia Muda

Nagata juga aktif mengikuti berbagai turnamen sepak bola usia muda. Pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses perkembangannya sebagai pemain. Salah satu pencapaiannya adalah saat berhasil meraih juara 2 Turnamen IM Kroya, Cilacap bersama timnya.

Selain itu, bersama Mataram Utama FC U-14, ia juga turut membawa tim menempati posisi runner up pada Turnamen Sepak Bola memperebutkan Piala Bergilir Ketua KONI Pusat ke-VII Region DIY pada Februari 2026 lalu. Tidak hanya di level kompetisi, Nagata juga pernah mengikuti program pengembangan pemain muda, seperti Talent Development Scheme (TDS) 2025 yang digelar PSSI pada 7–11 November 2025 di Jakarta.

Program ini merupakan inisiatif FIFA yang bertujuan meningkatkan kemampuan talent scouting pelatih Indonesia serta memberikan pemahaman kepada pemain muda mengenai pentingnya pemantauan perkembangan performa sejak usia dini. Kegiatan tersebut mencakup Talent Scout Evaluation Programme Piala Soeratin 2025 serta sesi pengembangan bagi pemain-pemain muda potensial dari berbagai klub dan SSB di Indonesia.

Harapan Nagata dari Turnamen BRI Youth Champions League Yogyakarta

Sejalan dengan kesempatan besar yang ditawarkan turnamen ini, Nagata melihat ajang tersebut sebagai peluang penting untuk perkembangan dirinya sebagai pemain muda. Kesempatan itu mencakup kelolosan ke tingkat nasional di Jakarta bagi tim-tim terbaik.

Selain itu, ada juga peluang emas untuk mendapatkan pelatihan langsung dari pelatih Barcelona. Ia pun menjadikan turnamen ini sebagai kesempatan untuk belajar lebih banyak, baik dari pertandingan maupun dari proses pembinaan yang ia jalani.

 Selain itu, ia berharap dapat memberikan hasil terbaik yang tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membanggakan orang tua yang selalu mendukung perjalanannya di dunia sepak bola.  

"Harapannya bisa nambah pengalaman dan membanggakan orang tua" pungkas Nagata. 

 

Mengidolakan Rizky Ridho

Pemain Timnas Indonesia, Rizky Ridho mengumpan bola dalam laga FIFA Matchday melawan Chinese Taipei di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (05/08/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Dalam perjalanannya, Nagata mengidolakan Rizky Ridho, salah satu pemain andalan tim nasional Indonesia yang dikenal berposisi sebagai bek tengah.

Sosok Rizky Ridho bukan hanya menonjol dari segi kemampuan bertahan, tetapi juga karena ketenangannya dalam membaca permainan, disiplin di lapangan, serta jiwa kepemimpinannya meski masih berusia muda

"Pemain sepak bola favorit saya Rizky Ridho" ujar Nagata sambil tersenyum. 

Nagata terinspirasi oleh gaya bermain tersebut dalam perjalanannya sebagai seorang bek. Ia berusaha terus belajar memahami situasi permainan dan mengambil keputusan yang tepat di lini pertahanan.

Tim yang Sudah Siap dari Awal

Pelatih Mataram Utama, Nico Ardiansah (26), menjelaskan kalau tim ini memang sudah terbiasa ikut turnamen. Persiapan mereka juga bukan mendadak. Mulai dari latihan fisik, taktik, sampai mental sudah dibangun dari jauh-jauh hari. Jadi saat turnamen datang, pemain tinggal menjalankan apa yang sudah dilatih.

“Kita selalu latihan terus, jadi setiap ada turnamen sudah siap,” ujarnya.

Mataram Utama sendiri merupakan akademi yang fokus membina pemain usia dini. Ke depan, tim ini juga dijadwalkan mengikuti berbagai pertandingan di sejumlah daerah, seperti Kulon Progo dan Temanggung, sebagai bagian dari proses pengembangan pemain.

Dalam perjalanan kompetisi, Mataram Utama FC U-14 juga mencatat sejumlah prestasi. Mereka pernah menjuarai turnamen segitiga (Trofeo) di Stadion Gelora Soeprijadi Blitar pada 30 Mei 2025, yang juga diikuti oleh dua tim asal Blitar, yakni Sejati dan Mitra Tunas Muda.

Selain itu, tim ini juga berhasil meraih posisi runner up pada turnamen sepak bola Piala Bergilir Ketua KONI Pusat ke-VII Region DIY yang berakhir pada 8 Februari 2026, menunjukkan konsistensi mereka dalam bersaing di level regional.

Kolaborasi BRI dan Barcelona Membuka Peluang bagi Pemain Usia Muda 

Turnamen ini merupakan bagian dari BRI Youth Champions League yang digelar di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta sebagai regional 11. Tahun ini, penyelenggaraan juga terasa lebih istimewa karena BRI menjalin kerja sama dengan Barcelona, yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam kompetisi ini.

Menurut Evi Martiani selaku Regional Funding Head BRI RO 11 Yogyakarta, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang pembinaan yang lebih besar bagi pemain usia U-14, yang selama ini dinilai belum sebanyak kelompok U-17 mendapatkan perhatian. Melalui ajang ini, BRI ingin mendorong lahirnya talenta muda yang bisa menjadi fondasi masa depan sepak bola Indonesia, sekaligus memperkuat keterlibatan komunitas sepak bola di berbagai daerah.

“Kebetulan tahun ini BRI ada kerja sama dengan Barcelona, sehingga kami ingin memberi ruang bagi sekolah sepak bola di Indonesia, khususnya U-14. Selama ini yang lebih banyak diperhatikan U-17, kami berharap dengan adanya perhatian di usia ini bisa menjadi cikal bakal pemain yang nantinya jika tersaring dengan baik akan membuat klub-klub lain juga semakin bersemangat,” ujar pihak BRI.

Ia juga menambahkan bahwa turnamen ini digelar di seluruh Indonesia, termasuk Yogyakarta regional 11, dengan puncak kompetisi menuju tingkat nasional di Jakarta. Dari rangkaian tersebut, empat tim terbaik akan mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti pelatihan langsung dari pelatih Barcelona.

“Empat tim yang menang berkesempatan dilatih oleh pelatihnya Barcelona. Kesempatan yang luar biasa, mudah-mudahan dari Yogyakarta ini bisa mendapatkan pelatihan langsung dari pelatih Barca,” tambahnya.

Selain fokus pada kompetisi, BRI juga menghadirkan program pendampingan seperti literasi finansial untuk pemain muda dan orang tua, sebagai bagian dari pembekalan di luar lapangan.

 

Nasabah BRI Berpeluang Saksikan Langsung Laga Barcelona di Spanyol

2. Dmytro Chygrynskiy – Transfer ke Barcelona membuatnya menjadi pemain Ukraina pertama yang bermain untuk Barcelona. Biaya 25 juta euro ditebus demi mendapatkan pemain gondrong tersebut, (AFP/Lluis Gene)

Selain menghadirkan kompetisi olahraga, BRI juga memanfaatkan momentum ini untuk menarik minat nasabah melalui berbagai program promosi. Melalui kolaborasi dengan FC Barcelona, nasabah berkesempatan mendapatkan pengalaman eksklusif untuk menonton langsung pertandingan di markas Barcelona.

“Dengan menjalin kerjasama dengan Barcelona, kami juga punya debit card co-branding BRI Barcelona. Mungkin ini satu-satunya di Indonesia. Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini, termasuk dengan program berhadiah seperti tiket menonton langsung pertandingan Barcelona,” ungkapnya.

Evi menjelaskan bahwa kesempatan tersebut dapat diperoleh melalui program tabungan dengan mekanisme penambahan saldo. Nasabah cukup melakukan top up saldo minimal Rp10 juta untuk mendapatkan poin, yang kemudian bisa diakumulasikan sebagai peluang memenangkan hadiah utama berupa pengalaman eksklusif menonton langsung pertandingan Barcelona.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memeriahkan kolaborasi antara BRI dan Barcelona, serta memberikan nilai tambah bagi nasabah yang ingin merasakan pengalaman menyaksikan sepak bola kelas dunia secara langsung.

Cara Daftar Kartu Debit BRI Edisi Khusus FC Barcelona

Cara Daftar Kartu Debit BRI Edisi Khusus FC Barcelona (Sumber foto:bri.co.id)

Dilansir dari debit.bri.co.id, Kartu Debit BRI edisi khusus FC Barcelona dapat diperoleh dengan proses yang mudah, baik secara online maupun offline. Nasabah wajib memenuhi ketentuan saldo minimal Rp10.000.000 (fresh fund) yang mengendap selama tiga bulan. Program ini berlaku untuk nasabah baru maupun existing yang melakukan top up saldo.

Untuk pengajuan Kartu Debit BRI edisi FC Barcelona, langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Pastikan terlebih dahulu Anda memiliki rekening BRI.
  • Jika belum memiliki rekening, buka melalui aplikasi BRImo atau kantor cabang BRI dengan melengkapi data diri.
  • Setelah memiliki rekening, ajukan kartu melalui BRImo, website resmi BRI, atau kantor cabang.
  • Pilih kartu debit edisi khusus FC Barcelona dan isi data pengajuan yang diperlukan.
  • Tunggu proses verifikasi dari pihak BRI.Jika disetujui, kartu akan dicetak dan dikirim dalam waktu sekitar 7–14 hari kerja.
  • Setelah menerima kartu, lakukan aktivasi melalui ATM BRI sebelum digunakan.

Program undian berjalan otomatis bagi nasabah yang memenuhi syarat saldo dan periode yang ditentukan, tanpa perlu pendaftaran tambahan. Pemenang berkesempatan memperoleh hadiah seperti perjalanan ke Spanyol untuk menonton pertandingan di Spotify Camp Nou, kunjungan ke museum FC Barcelona, meet and greet dengan Barca Legend di Indonesia, hingga merchandise eksklusif dan benefit Culers Premium Membership.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya