Meski Kelas Ambruk, Kadisdik Sukabumi Jamin Ujian Siswa SDN Ciganas Tak Terganggu

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena memastikan aktivitas akademik di SDN Ciganas, Kecamatan Ciambar, tetap berjalan normal.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 04 Mei 2026, 20:20 WIB
Dua ruang kelas di SDN Ciganas, Kecamatan Ciambar ambruk pada Minggu 3 Mei 2026. (Liputan6.com/Fira Syahrin)

Liputan6.com, Sukabumi - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena memastikan aktivitas akademik di SDN Ciganas, Kecamatan Ciambar, tetap berjalan normal meski dua ruang kelas di sekolah tersebut ambruk pada Minggu 3 Mei 2026.

Pemerintah daerah menjamin pelaksanaan ujian yang dijadwalkan pada Senin (4/5/2026) tetap berlangsung sesuai jadwal dengan menggunakan fasilitas alternatif di sekolah.

"Ujian besok tetap dilaksanakan. Kita manfaatkan ruangan yang ada dan musala agar anak-anak tetap nyaman," ujar Deden, Senin (4/5/2026).

Peristiwa ambruknya atap dan plafon di Kampung Ciganas ini terjadi pada Minggu pagi 3 Mei 2026 sekitar pukul 07.30 WIB.

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dalam beberapa hari terakhir disinyalir menjadi pemicu utama ambruknya bangunan yang memang sudah dalam kondisi rapuh.

Deden menjelaskan bahwa struktur bangunan sebelumnya sempat terdampak musibah pohon tumbang yang memperlemah kekuatan pondasi dan atap.

"Strukturnya memang sudah rusak dan tidak lagi sanggup menahan beban, apalagi cuaca hari ini hujan lebat," ucap Deden.

 

Prioritas Pembangunan 2026

Meski infrastruktur rusak, Deden menegaskan bahwa SDN Ciganas telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun ini.

Dinas Pendidikan berencana melakukan pembangunan secara menyeluruh, bukan sekadar perbaikan parsial.

Langkah ini merupakan kolaborasi antara Program Revitalisasi dari Pemerintah Pusat dan dukungan APBD Kabupaten Sukabumi.

"SDN Ciganas sudah masuk daftar prioritas. Kita targetkan pembangunan menyeluruh selesai tahun anggaran ini," tambah Deden.

Lebih lanjut, Deden kembali mengingatkan pentingnya kelancaran pendidikan bagi para siswa di tengah musibah yang terjadi.

"Proses belajar tidak boleh lumpuh. Kegiatan anak-anak harus tetap berjalan lancar meski ada kendala infrastruktur," jelas Deden.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya