Liputan6.com, Ankara - Aksi penyerangan Israel di perairan internasional, dekat Yunani, tidak menyurutkan semangat para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 untuk melanjutkan misi kemanusiaan. Mereka tetap bertekad menembus blokade Gaza dan menyalurkan bantuan bagi rakyat Palestina.
Sebagaimana pantauan Liputan6.com di Marmaris, Turki, pada Minggu (3/5/2026), puluhan aktivis mengikuti rangkaian pelatihan dan pembekalan sebelum berlayar menuju Gaza.
Advertisement
Mereka datang dari berbagai negara, mulai dari Turki, Prancis, Italia, Spanyol, Afrika Selatan, Mesir, dan lainnya, termasuk enam orang perwakilan dari Indonesia.
Tak terlihat raut ketakutan di wajah para aktivis. Mereka tampak semringah karena bertemu dengan rekan-rekan seperjuangan dalam upaya menembus blokade ilegal Israel di Gaza.
Nyanyian dan yel-yel tentang kemerdekaan Palestina dan kemanusiaan menggema memenuhi ruangan. Beberapa aktivis terlihat berseru dengan mengangkat kepalan tangan.
Anggota steering committe GSF 2.0 Maimon Herawati mengungkapkan, pelatihan ini diperuntukkan bagi peserta umum (general participant) dan tim medis yang turut ambil bagian dalam misi. Materi pelatihan terdiri dari beberapa hal. Mulai dari sejarah, budaya, dan perjuangan Palestina melawan penjajahan serta kepedulian kolektif antarperseta di dalam kapal.
"Dan nanti tentu ada pelatihan non-violence bagaimana jika mereka mengalami intersepsi atau penculikan seperti apa yang harus, hal-hal apa yang harus mereka lakukan, bagaimana dengan HP mereka, bagaimana dengan data-data sensitif lainnya," ujar Maimon.
Maimon juga mengungkapkan para aktivis GSF memiliki semangat juang tinggi dalam menyambut pelayaran dari Turki.
Beberapa aktivis yang telah dilepaskan oleh pasukan Israel pascapenyerangan dan penculikan pada 29 Mei 2026 lalu disebut ingin segera kembali bergabung dengan misi ini.
"Jadi, semakin mereka tekan, semakin kita paham bahwasanya misi non-violence masyarakat sipil dari ratusan negara ini mengkhawatirkan penjajah, mengkhawatirkan rezim genosida, dan dengan demikian we are strong when we are united," tutur Maimon.
Sebagaimana diketahui, GSF merupakan gerakan maritim terbesar yang dilakukan masyarakat sipil untuk menembus blokade ilegal Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.