Transportasi Jadi Penyumbang Utama Inflasi Indonesia di April 2026

Inflasi Indonesia April 2026 tercatat 0,13%. Kelompok transportasi, terutama tarif pesawat, jadi penyumbang terbesar.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 04 Mei 2026, 16:20 WIB
Pesawat maskapai Lion Air terparkir di areal Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (16/5/2019). Pemerintah akhirnya menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat atau angkutan udara sebesar 12-16 persen yang berlaku mulai Kamis hari ini. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada April 2026 sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi Maret 2026 yang mencapai 0,41 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan inflasi tersebut didorong terutama oleh kelompok pengeluaran transportasi.

Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,99 persen mtm dan memberikan andil sebesar 0,12 persen terhadap total inflasi Indonesia April 2026.

“Komoditi yang dominan mendorong inflasi pada Kelompok Transportasi, yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen serta juga bensin dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” ujar Ateng, Senin (4/5/2026).

BPS mencatat tarif angkutan udara mengalami kenaikan signifikan sebesar 15,25 persen secara bulanan. Sementara itu, harga bensin naik 0,34 persen mtm.

Kenaikan tersebut terjadi seiring meningkatnya harga avtur serta beberapa jenis BBM nonsubsidi.

 

Makanan dan Restoran Ikut Dorong Inflasi

Diketahui, pendorong utama inflasi bulanan masih berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mencatat inflasi 1,07% mark to market (mtm) dengan andil 0,32 persen. Tampak dalam foto, aktivitas pedagang dan pembeli di pasar tradisional di Palmerah Jakarta, Jumat (3/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Selain transportasi, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga menjadi penyumbang inflasi.

Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 0,69 persen mtm dengan andil 0,07 persen terhadap inflasi bulanan April 2026.

Beberapa komoditas lain yang turut mendorong inflasi antara lain minyak goreng dengan andil 0,05 persen, tomat sebesar 0,03 persen, serta beras dan nasi dengan lauk masing-masing 0,02 persen.

Di sisi lain, tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa kelompok pengeluaran justru mencatat deflasi pada April 2026.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,99 persen mtm dengan andil 0,07 persen.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami deflasi sebesar 0,20 persen mtm dengan andil 0,06 persen.

 

Daging Ayam hingga Emas Picu Deflasi

Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 0,19 persen, sekaligus menjadi yang paling rendah di antara provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari sisi komoditas, sejumlah bahan pangan menjadi penyumbang deflasi pada April 2026.

Daging ayam ras mencatat andil deflasi terbesar sebesar 0,11 persen, diikuti emas perhiasan sebesar 0,09 persen.

Selain itu, cabai rawit dan telur ayam ras masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen dan 0,04 persen.

“Lalu, cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,06 persen dan juga 0,04 persen,” imbuh Ateng.

BPS mencatat inflasi April 2026 terjadi seiring kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret menjadi 111,09 pada April.

Meski terjadi inflasi, tekanan harga pada April relatif lebih terkendali dibanding bulan sebelumnya, mencerminkan stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya