Harga Bitcoin Bisa Tembus USD 96.000, Permintaan Institusi Melonjak 500%

Permintaan institusi terhadap Bitcoin mencapai 500% dari pasokan harian. Analis prediksi harga BTC bisa tembus USD 96.000.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 05 Mei 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin (BTC) berpotensi mencatat kenaikan signifikan setelah permintaan dari institusi tercatat jauh melampaui pasokan harian.

Pendiri Capriole Investments, Charles Edwards, mengungkapkan bahwa institusi saat ini membeli Bitcoin lebih dari lima kali lipat dibanding jumlah yang diproduksi penambang setiap hari.

Dalam unggahan pada 4 Mei, Edwards menyebut kondisi ini secara historis sering terjadi sebelum lonjakan harga besar.

“Setiap kali angkanya mencapai level setinggi ini sebelumnya, harga biasanya melonjak dalam waktu satu minggu berikutnya,” ujar Edwards dikutip dari Crypto Potato, Selasa (5/5/2026). 

“Rata-rata kenaikan pada kasus sebelumnya mencapai +24% dalam satu bulan, yang berarti berpotensi membawa harga ke sekitar USD 96.000,” tambah dia. 

Angka 500 persen tersebut dihitung dari perbandingan pembelian harian oleh institusi—terutama perusahaan publik dan ETF—dengan produksi sekitar 450 BTC per hari sejak peristiwa halving 2024.

Saat ini, Bitcoin telah menembus level USD 80.000 untuk pertama kalinya sejak Januari. Dalam 24 jam terakhir, BTC diperdagangkan di kisaran USD 78.000 hingga USD 80.500 dan mencatat kenaikan sekitar 20 persen dalam 30 hari terakhir.

Lonjakan ini juga memicu likuidasi besar-besaran, dengan lebih dari USD 162 juta posisi short terhapus dalam 24 jam, berdasarkan data CoinGlass.

Volume perdagangan turut melonjak hingga 95 persen menjadi sekitar USD 34 miliar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Sinyal Bullish Kuat, Tapi Ada Risiko Spekulatif

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Sejumlah analis lain turut memperkuat sentimen positif terhadap Bitcoin, meski dengan tingkat keyakinan yang berbeda.

Trader Taiki Maeda memperkirakan perusahaan Strategy akan membeli Bitcoin senilai USD 2 hingga USD 3 miliar dalam dua pekan ke depan melalui instrumen STRC, dengan pembelian yang diperkirakan meningkat menjelang 14 Mei.

Sementara itu, analis teknikal Ali Martinez menyoroti tren naik jangka panjang Bitcoin yang telah bertahan sejak 2017. Ia menilai penurunan harga ke USD 65.000 sebelumnya bisa menjadi titik dasar.

Di sisi lain, ada juga peringatan dari CryptoQuant. Lembaga ini menyebut kenaikan harga Bitcoin belakangan lebih banyak didorong oleh aktivitas futures, bukan permintaan riil di pasar spot.

Indikator permintaan on-chain selama 30 hari bahkan tercatat negatif sepanjang April.

“The divergence between rising price and contracting spot demand is one of the clearest on-chain signals that price gains are speculative rather than structural,” tulis CryptoQuant.

Kondisi ini dinilai mirip dengan awal pasar bearish pada 2022, sehingga investor tetap perlu waspada terhadap potensi volatilitas ke depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya