Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat pertumbuhan penjualan dan laba hingga kuartal pertama 2026. PT Indofood Sukses Makmur Tbk meraup penjualan Rp 33,89 triliun hingga Maret 2026. Penjualan itu naik 7% menjadi Rp 33,89 triliun dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 31,56 triliun.
Penjualan yang naik itu mendorong perseroan mencetak laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,96 triliun. Laba tersebut tumbuh 9% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,72 triliun. Beban pokok penjualan naik 9,98% menjadi Rp 22,73 triliun dari periode kuartal pertama 2025 sebesar Rp 20,66 triliun.
Advertisement
Laba bruto perseroan naik 2,48% menjadi Rp 11,15 triliun hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,88 triliun. Demikian mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (2/5/2026).
Perseroan mencatat beban penjualan naik menjadi Rp 3,36 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,29 triliun. Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 1,48 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,33 triliun.
Marjin laba usaha tetap sehat di kisaran 19,3% meski laba usaha turun 6% menjadi Rp 6,53 triliun dari Rp 6,92 triliun. Hal itu disebabkan lebih rendahnya laba kurs yang timbul dari kegiatan operasional.
Perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 337 hingga kuartal pertamaa 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 310.
“Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, Indofood tetap dapat mempertahankan kinerjanya di kuartal pertama tahun ini,” ujar Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim dalam keterangan tertulis di keterbukaan informasi BEI.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas serta mempertahankan posisi neraca yang sehat.
Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi Rp 125,57 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 120,23 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 100,93 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 97,74 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp 226,51 triliun hingga kuartal pertama 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 217,98 triliun.
Kinerja 2025
Sebelumnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menunjukkan kinerja kuat sepanjang 2025, dengan pertumbuhan laba dan pendapatan yang tetap stabil meski menghadapi tekanan makroekonomi. Hal ini menegaskan kembali kekokohan model bisnis terintegrasi Perseroan.
Melansir laporan keuangan perseroan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2026), INDF membukukan laba bersih sebesar Rp 10,68 triliun, naik 23,6% dibandingkan Rp 8,64 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penjualan bersih konsolidasi mengalami kenaikan 7% menjadi Rp 123,49 triliun dari Rp 115,79 triliun. Dari sisi operasional, pendapatan operasi meningkat 6% menjadi Rp 24,57 triliun dari Rp 23,09 triliun, dengan margin operasi tetap stabil di level 19,9%.
Namun, laba inti naik tipis 1% menjadi Rp 11,39 triliun dari Rp 11,34 triliun, mencerminkan adanya tekanan biaya pada level operasional.
Kontributor utama pendapatan tetap berasal dari segmen produk konsumen bermerek dengan pendapatan Rp 75,37 triliun, diikuti segmen Bogasari Rp 24,50 triliun, agribisnis Rp 16,19 triliun, serta distribusi Rp 7,42 triliun sepanjang 2025.
Aset Perseroan
Dari sisi neraca, total aset INDF naik menjadi Rp 217,98 triliun dari Rp 201,71 triliun pada akhir 2024. Liabilitas juga meningkat menjadi Rp 97,74 triliun dari Rp 92,72 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp 120,23 triliun dari Rp 108,99 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim menuturkan, di tengah kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, Indofood tetap berada pada posisi yang baik dengan membukukan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas didukung oleh model bisnis yang terintegrasi secara vertikal.
"Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi.