Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta dukungan dari kelompok buruh untuk program Makan Bergizi Gratis. Hal itu disampaikannya dalam perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat, 1 Mei 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Pada kesempatan itu, Prabowo melontarkan pertanyaan terkait manfaat MBG bagi masyarakat penerima.
Advertisement
"Kita juga memberi MBG, Makan Bergizi Gratis. Saya bertanya kepada saudara-saudara, MBG bermanfaat atau tidak?" tanya Prabowo.
Menurut dia, asupan pangan dari MBG sangat penting untuk anak-anak, khususnya yang mengalami kekurangan gizi dan hambatan dalam proses pertumbuhan.
Tak hanya dari segi kesehatan, Prabowo mengklaim program MBG turut menciptakan perputaran ekonomi besar di tengah masyarakat. Termasuk pada kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang dan petani.
"Dengan MBG, ekonomi kita hidup di mana-mana. Rakyat butuh telor, rakyat butuh daging, rakyat butuh sayur, susu, ikan. Ekonomi kita hidup, petani-petani kita dapat penghasilan," kata dia.
"Uang ini semua beredar, Indonesia tambah kuat, Indonesia tambah sejahtera," seru Prabowo.
Janji Prabowo di May Day 2026: Bunga Kredit Turun, Maksimal Cuma 5%
Presiden Prabowo Subianto berjanji untuk segera menurunkan pengenaan bunga pada kredit untuk rakyat hingga maksimal 5 persen. Janji itu dikoarkannya dalam perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).
"Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun," tegas Prabowo di hadapan ribuan buruh.
RI 1 berkomitmen untuk segera menurunkan bunga kredit, lantaran rakyat kecil banyak ditekan pengenaan bunga besar oleh kelompok rentenir, bahkan hingga mencapai 70 persen dari jumlah pinjaman.
"Selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang bunganya luar biasa gilanya, betul? Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70 persen setahun, betul?" seru Prabowo disambut teriakan persetujuan oleh para buruh.
Pada kesempatan sama, Prabowo juga bilang bakal segera memangkas setoran oleh para pengemudi ojek online (ojol) kepada pihak aplikator.
Dengan nada tegas, Prabowo mengatakan bahwa pihak aplikator wajib segera mematuhi aturan batas setoran tarif ojol hingga di bawah 10 persen.
"Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen? Bagaimana (kalau) 15 persen? Berapa, kalian minta 10 persen? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen," ungkapnya.
"Enak aje, Lo yang keringat die yang dapat duit, sorry aje. Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia," dia menekankan.