Liputan6.com, Jakarta - Ketua Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) Jerome Powell kembali menjadi figur sentral dalam kebijakan moneter Amerika Serikat. Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan dan tanggapan Jerome Powell terhadap dinamika inflasi menjadi perhatian utama pasar global.
Pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75%. Keputusan ini menunjukkan kehati-hatian The Fed dalam menanggapi kondisi ekonomi yang dinamis. Perdebatan internal yang tidak biasa di antara para pembuat kebijakan juga mewarnai keputusan ini.
Advertisement
Setelah keputusan terbaru bank sentral pada Rabu, 29 April 2026, Powell memberikan konferensi pers yang membahas berbagai topik antara lain perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran hingga serangan Trump terhadap The Fed. Suku bunga tetap di tengah ketidakpastian perang Iran yang membayangi.
Adapun The Fed mempertahankan pendekatan “tunggu dan lihat” terhadap ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang Iran. Perang itu telah mendorong kenaikan biaya energi dan juga berdampak pada kenaikan harga bensin dan tagihan belanja yang lebih mahal.
Mengutip BBC, seiring hal itu, the Fed memutuskan yang terbaik adalah mempertahankan suku bunga tetap sambil menanti kejelasan tentang berapa lama konflik akan berlangsung dan seberapa buruk dampaknya.
Harapan akan penurunan suku bunga dalam waktu dekat pupus saat terungkap inflasi Maret telah melonjak menjadi 3,3%, tertinggi sejak Mei 2024. Namun, pernyataan the Fed menunjukkan mereka akan menurunkan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Selain kebijakan moneter suku bunga menjadi perhatian, Jerome Powell juga memastikan tetap di the Fed.
Jerome Powell Bakal Bertahan di The Fed
Powell memastikan akan tetap menjabat sebagai gubernur the Fed hingga penyelidikan “benar-benar selesai”. Meski ini akan menjadi pertemuan terakhir Powell sebagai pemimpin the Fed.
Ia mengatakan, akan tetap berada di bank itu hingga penyelidikan pemerintahan Trump terhadap dirinya dan bank sentral benar-benar selesai.
"Tindakan hukum oleh pemerintah ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 113 tahun kami," kata Powell dikutip dari Yahoo Finance.
"Saya khawatir serangan-serangan ini menghancurkan lembaga dan membahayakan hal yang benar-benar penting bagi publik, yaitu kemampuan untuk menjalankan kebijakan moneter tanpa mempertimbangkan faktor-faktor politik,” ia menambahkan.
Ia mengatakan akan tetap tinggal "untuk jangka waktu yang akan ditentukan."
Powell, yang masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei, tidak memberikan kerangka waktu tambahan untuk rencananya. Ia hanya mengatakan akan pergi "ketika saya pikir itu tepat untuk dilakukan."
Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro mengatakan, penyelidikan akan ditutup. Namun, Powell mengatakan ia yakin Piroo tidak akan ragu untuk memulai kembali penyelidikan.
“Saya telah mengatakan, saya tidak akan meninggalkan dewan sampai investigasi ini benar-benar selesai dengan transparansi dan kepastian, dan saya tetap berpegang pada itu,” ia menambahkan.
Powell tetap di dewan the Fed dapat menyebabkan pengawasan ekstra terhadap keputusan yang diambil.
Serangan Hukum Menghantam Fed
Powell memperingatkan serangan hukum pemerintahan Trump jauh lebih serius daripada sekadar mengkritik Federal Reserve secara verbal.
Powell yang akan meninggalkan jabatannya itu mengatakan tindakan hukum oleh pemerintahan Trump menghantam lembaga itu dan membahayakan hal yang benar-benar penting bagi public.
“Yaitu kemampuan untuk menjalankan kebijakan moneter tanpa mempertimbangkan faktor politik,” ujar dia.
Ia menambahkan, serangan hukum pemerintah terhadap dirinya belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah 113 tahun.
Langkah tersebut yang memungkinkan Powell untuk terus membentuk kebijakan moneter AS dengan hak suara hingga 2028, segera menjadi titik perselisihan baru dengan Presiden Trump dan timnya.
Trump menanggapi dengan unggahan Truth Social yang menghina lainnya di mana ia mengatakan Powell tetap bertahan "karena dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan di tempat lain." Menteri Keuangan Scott Bessent menambahkan dalam penampilannya di Fox Business bahwa itu adalah "pelanggaran terhadap semua norma Federal Reserve."
Tujuh anggota Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve dikukuhkan untuk masa jabatan 14 tahun secara bergantian, sementara ketua menjabat selama empat tahun setiap periode.
Powell telah memimpin bank sentral selama delapan tahun, menjabat dua periode sebagai ketua. Ia pertama kali dinominasikan oleh Trump pada 2018 dan diangkat kembali oleh mantan Presiden Joe Biden.