Prabowo Bakal Ikut May Day 2026, Qodari: Bukti Pemerintah Bersama Buruh

Presiden Prabowo dijadwalkan hadir langsung dalam puncak peringatan May Day 2026 di Monas, Jakarta. Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menegaskan kehadiran ini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 April 2026, 20:15 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan ribu buruh siap padati Monas dalam perayaan May Day 1 Mei 2026 yang akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Selain menjadi ajang silaturahmi, momentum ini dimanfaatkan KSPI dan Partai Buruh untuk menyuarakan 11 isu krusial ketenagakerjaan langsung kepada kepala negara dalam suasana damai.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari menyebut Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Langkah itu disebut jadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap pekerja buruh.

Qodari menyampaikan, kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha bukan lah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu tujuan yang sama.

"Sebagai bentuk komitmen tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta," ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Dia menjelaskan, buruh dan pemerintah saat ini dalam satu arah jalan yang sama. Dia membantah kalau pemerintah berseberangan dengan buruh.

“Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh,” tegas dia.

Menurutnya, negara hadir sebagai pelindung pekerja, sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja. Dia mengamini masyarakat dan pekerja buruh dihadapkan oleh berbagai kekhawatiran. Mulai dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), tekanan biaya hidup, dan ketidakpastian ekonomi.

“Pemerintah mencatat dan memahami keresahan ini. Negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja,” katanya.

 

Said Iqbal Ikut Hari Buruh di Monas

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Istimewa)

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh memastikan perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut keputusan pemindahan lokasi dari DPR RI ke Monas diambil setelah adanya pertemuan dengan Presiden.

"KSPI dengan didukung oleh Partai Buruh memutuskan untuk mengadakan Perayaan Mayday bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto dan teman-teman Serikat Buruh lainnya di Monas,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026).

 

Ratusan Ribu Buruh Ikut

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Istimewa)

Ia menjelaskan, perayaan tersebut diperkirakan akan diikuti ratusan ribu buruh dari berbagai daerah. Khusus dari KSPI, jumlah peserta yang sudah terdata mencapai 50 ribu orang yang berasal dari Jabodetabek hingga wilayah Jawa Barat dan Banten.

“Total massa buruh yang akan mengikuti perayaan Mayday di Monas bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto 1 Mei 2026 adalah berjumlah ratusan ribu,” jelas Said Iqbal.

Dia menuturkan, perayaan May Day tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momentum penyampaian 11 isu dan tuntutan buruh kepada pemerintah.

 

Suarakan Tuntutan Buruh

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Liputan6.com/Arief)

Sejumlah isu krusial tersebut telah dibahas dalam pertemuan dengan Presiden, yang disebutnya telah memberikan respons dan progres terhadap beberapa tuntutan.

Selain di Jakarta, KSPI dan Partai Buruh juga akan menggelar aksi serupa di 38 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Said Iqbal menegaskan seluruh rangkaian aksi May Day harus berlangsung damai, tertib, dan tanpa kekerasan.

Dengan kehadiran Presiden dalam perayaan di Monas, KSPI menilai momentum May Day tahun ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus dialog antara pemerintah dan kalangan buruh terkait berbagai isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya