Block Mengenggam 28.355 Bitcoin hingga Maret 2026, Segini Nilainya

Pelaporan bukti cadangan menjadi lebih banyak diadopsi setelah keruntuhan FTX pada November 2022. Demikian yang dilakukan Block.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 April 2026, 10:00 WIB
Block Inc, perusahaan financial technology (fintech) yang dipimpin Jack Dorsey dibalik Square dan Cash App mengungkapkan kepemilikan bitcoin (BTC). (AP/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Block Inc, perusahaan financial technology (fintech) yang dipimpin Jack Dorsey dibalik Square dan Cash App mengungkapkan kepemilikan bitcoin (BTC). Block Inc memiliki 28.355 BTC senilai USD 2,2 miliar atau Rp 37,95 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di 17.250) pada kuartal pertama 2026 dalam laporan bukti cadangan kuartal pertama yang diterbitkan Senin, 27 April 2026.

Mengutip Yahoo Finance, Rabu (28/4/2026), kepemilikan bitcoin itu termasuk 19.357 BTC senilai USD 1,5 miliar atau Rp 25,87 triliun atas nama pelanggan. Selain itu, 8.997 BTC senilai USD 692,3 juta atau Rp 11,94 triliun di kas peruashaan.

Block mencatat siapapun dapat secara independen mengkonfirmasi kepemilikan memakai tanda tangan on-chain dengan cadangan yang dikendalikan secara aktif, bukan hanya diamati secara historis.

Kepemilikan kas perusahaan Block yang berjumlah hampir 9.000 BTC mewakili kepemilikan bitcoin terbesar ke-14 di antara kas perusahaan, menempatkan perusahaan tersebut tepat di belakang Trump Media, menurut BitcoinTreasuries.net.

Pelaporan bukti cadangan atau proof-of-reserves menjadi lebih banyak diadopsi setelah runtuhnya FTX pada November 2022. Hal ini dengan bursa kripto utama dan lembaga keuangan semakin merangkul langkah transparansi ini sebagai cara untuk kembali membangun kepercayaan setelah kegagalan besar di industri ini.

Namun, tidak semua pendukung Bitcoin menyukai praktik ini. Pada Mei 2025, Executive Chairman Strategy, Michael Saylor menentang praktik bukti cadangan saat ini. Ia berpendapat mempublikasikan alamat dompet sama seperti mempublikasikan alamat dan rekening bank semua anak Anda dan nomor telepon semua anak Anda, lalu berpikir hal itu membuat keluarga Anda lebih baik,” dengan mencatat bahwa hal itu mengekspos semua transaksi masa lalu dan masa depan dari alamat-alamat tersebut.

"Hal itu sebenarnya melemahkan keamanan penerbit, kustodian, bursa, dan investor. Itu bukan ide yang bagus. Itu ide yang buruk," kata Saylor saat itu.

"Itu adalah bukti aset yang tidak aman, dan bukan bukti kewajiban."

Block diperkirakan merilis laporan laba kuartal pertamanya pada 7 Mei. Perusahaan melaporkan laba bersih sebesar US 115,7 juta untuk kuartal keempat 2025, turun dari USD 1,9 miliar pada periode sama 2024.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Block Menambah Kepemilikan Bitcoin

Jack Dorsey, Pemilik Twitter (AFP/Prakash Singh)

Sebelumnya, Block Inc, perusahaan yang didirikan Jack Dorsey menambahkan 108 bitcoin ke kas perusahaan pada kuartal kedua. Dengan demikian, totalnya menjadi 8.692 bitcoin (BTC).

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Minggu (10/8/2025), berdasarkan laporan keuangan terbaru, akuisisi ini memiliki biaya dasar sebesar USD 11 juta atau Rp 178,76 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.251). Perseroan juga berencana investasi lebih banyak bitcoin pada masa mendatang.

Dengan harga Bitcoin yang saat ini diperdagangkan mendekati USD 117.000 atau Rp 1,9 miliar, investasi Block dalam Bitcoin kini bernilai sekitar USD 1,15 miliar atau Rp 18,6 triliun.

Untuk kuartal yang berakhir pada 30 Juni, Block mengumumkan pendapatan sebesar USD 6,05 miliar, meningkat 1,5% dibandingkan pendapatan sebesar USD 5,96 miliar pada kuartal pertama. Laba kotor, sebesar USD 2,54 miliar, meningkat 8,2% dibandingkan laba kotor sebesar USD 2,33 miliar.

Direktur Keuangan, Amrita Ahuja kepada CNBC, mengatakan perusahaan telah "melampaui proyeksi laba kotor sendiri."

Perusahaan menghasilkan pendapatan sebesar USD 2,14 miliar dan laba kotor sebesar USD 66 juta dari penjualan Bitcoin melalui Cash App, dompet digital untuk konsumen Amerika.

"Cash App kini memiliki volume peer-to-peer sebesar USD 218 miliar, volume perdagangan sebesar USD 183 miliar, dan 8 juta pelanggan yang terlibat dengan Pendapatan Rata-Rata Per Pengguna (ARPU) tahunan sebesar USD 250,” kata Ahuja.

 

 

Berharap Tingkatkan Kepemilikan Bitcoin

Ilustrasi bitcoin (Foto: Visual Stories/Unsplash)

Pada 2020, di bawah CEO Jack Dorsey, mulai membeli Bitcoin. Namun, pembelian Bitcoin oleh Block berbeda secara signifikan dari akuisisi besar MicroStrategy yang dibiayai utang.

Seiring waktu, perusahaan secara bertahap meningkatkan kepemilikan Bitcoin-nya, terutama menggunakannya sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang berasal dari mata uang fiat. Perusahaan mencatat keuntungan sebesar usd 212,2 juta dari pengukuran ulang kepemilikan Bitcoin, dibandingkan dengan kerugian sebesar usd 70,1 juta pada periode perbandingan tahun sebelumnya.

Perusahaan ini bertujuan untuk menjadikan Bitcoin sebagai protokol terbuka untuk transaksi internet, dengan fokus pada peluncuran prototipe produk penambangan dan kustodian mandiri, yang menurut Ahuja akan segera diluncurkan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya