Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta Bekasi Dapat Santunan Rp 90 Juta

Keluarga korban meninggal kecelakaan kereta Bekasi akan terima santunan total Rp 90 juta. Jasa Raharja dan Jasaraharja Putera pastikan biaya medis korban luka.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 28 April 2026, 16:30 WIB
Petugas melakukan pengecekan saat proses evakuasi gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line pasca-kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Raharja menjamin biaya pengobatan para korban terdampak kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Santunan bagi keluarga korban meninggal dunia juga akan segera disalurkan.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin menjamin seluruh biaya perawatan akan ditanggung asuransi Jasa Raharja, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964.

“Oleh karena itu, kami memastikan seluruh korban mendapatkan jaminan perlindungan dasar. Untuk korban meninggal dunia, santunan akan kami serahkan secepat mungkin. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk keluarga korban, agar proses dapat berjalan cepat dan tepat,” kata Awaluddin dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).

Adapun, bagi korban meninggal dunia, santunan dasar yang diserahkan sebesar Rp 50 juta sesuai ketentuan. Selain itu, Jasaraharja Putera yang bekerja sama dengan PT KAI, akan diberikan santunan tambahan sebesar Rp 40 juta. Sehingga total mencapai Rp 90 juta.

Sedangkan, untuk korban luka-luka, Jasa Raharja menjamin biaya perawatan di rumah sakit hingga maksimal Rp 20 juta sesuai ketentuan. Kemudian, Jasaraharja Putera juga memberikan tambahan jaminan hingga Rp 30 juta.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dan sinergi seluruh instansi yang telah membantu percepatan penanganan korban. Prinsip kami, tidak boleh ada korban yang tertunda penanganannya,” ucap Awaluddin.

 

Terbitkan Surat Jaminan

Para pekerja memeriksa kondisi lokomotif Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan salah satu gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Awaluddin menuturkan, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan (guarantee letter) kepada delapan rumah sakit yang menangani korban.

“Kami terus memonitor perkembangan di lapangan karena masih dimungkinkan adanya tambahan korban yang dirujuk ke rumah sakit lainnya,” katanya.

Diketahui, ada hingga saat ini ada 14 orang korban meninggal dunia dengan 84 lainnya perlu menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

 

Korban Tabrakan Kereta di Bekasi

Para pekerja menggunakan derek saat evakuasi korban kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Sebelumnya, korban meninggal dunia dari tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah. Proses penanganan korban masih terus berlangsung

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyiding mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang. Data ini dihimpun per 08.45 WIB.

"Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut," kata Bobby dalam keterangan resmi, Selasa (28/4/2026).

Sementara itu, 84 orang lainnya sebagai korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

 

Barang Milik Penumpang

Personel kepolisian mengabadikan proses evakuasi gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line pasca-tabrakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found.

Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.

 

Duka Mendalam KAI

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba kembali menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak," ucap dia.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan setiap korban mendapatkan penanganan terbaik, keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan seluruh proses berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” imbuh Anne.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya