Liputan6.com, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz melontarkan ancaman keras terhadap Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik dengan Hizbullah. Ia memperingatkan bahwa serangan militer Israel dapat meluas dan berdampak besar bagi seluruh wilayah Lebanon.
Dalam pertemuan dengan utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, Katz menyatakan bahwa tindakan Hizbullah berisiko memicu kehancuran lebih luas. Ia menuding pemerintah Lebanon tidak mengambil langkah tegas terhadap kelompok tersebut.
Advertisement
“Api yang dipicu akan membakar Hizbullah dan seluruh Lebanon,” ujar Katz, seperti dikutip dalam pernyataan resmi kantornya, dikutip dari laman Anadolu Agency, Selasa (28/4/2026).
Katz juga menuding Presiden Lebanon Joseph Aoun mempertaruhkan masa depan negaranya, serta menegaskan bahwa Israel tidak akan mentoleransi situasi di mana gencatan senjata tetap berlaku namun serangan terhadap wilayah Israel terus terjadi.
Ia menambahkan bahwa dirinya bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan militer Israel untuk merespons dengan kekuatan penuh terhadap setiap ancaman atau pelanggaran kedaulatan.
Di sisi lain, Presiden Aoun menegaskan bahwa gencatan senjata merupakan langkah awal penting menuju negosiasi lebih lanjut dengan Israel. Ia menyebut posisi tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat, yang memediasi upaya diplomatik antara kedua pihak.
Sebelumnya, Netanyahu pada Sabtu (26/4) memerintahkan peningkatan operasi militer di Lebanon sebagai respons atas serangan Hizbullah. Sejak awal Maret, konflik antara kedua pihak telah menewaskan lebih dari 2.500 orang di Lebanon, melukai ribuan lainnya, serta memaksa lebih dari 1,6 juta warga mengungsi, menurut data resmi pemerintah Lebanon.
Gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pada 17 April gagal sepenuhnya meredakan konflik. Kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran, dengan Hizbullah melancarkan serangan drone ke target militer Israel di Lebanon selatan dan wilayah utara Israel.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Lebanon dan Israel sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga pekan setelah pembicaraan di Washington. Namun, di lapangan, ketegangan masih terus meningkat dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.d