Pemulihan Jalur KRL Bekasi Dikebut, AHY Perkirakan Operasional Kembali Normal Malam Ini

Data korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL kini menjadi 15 orang.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 28 April 2026, 15:23 WIB
Petugas melakukan proses evakuasi gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line pasca-tabrakan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus memantau proses pemulihan jalur kereta pascakecelakaan KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Kejadian itu membuat lalu lintas KA mengalami gangguan operasional.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan normalisasi ditargetkan rampung pada sore hari.

"Tadi saya mendapat penjelasan, sebetulnya diharapkan sekitar jam 4 begitu sampai dengan jam 5 ini bisa kembali terjadi normalisasi,” ujar AHY saat meninjau lokasi, Selasa (28/4/2026).

"Mudah-mudahan sore ini, malam ini sudah bisa normal kembali."

 

Berjibaku Perbaiki Jalur KA

Saat ini, proses pemulihan masih berlangsung intensif dengan melibatkan banyak petugas dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mereka fokus pada percepatan perbaikan jalur agar perjalanan kereta kembali normal berjalan seperti biasa.

Menurut AHY, situasi di lapangan menunjukkan progres, meski belum sepenuhnya pulih. Pemerintah berharap seluruh rangkaian pekerjaan bisa diselesaikan dalam waktu dekat.

“Tadi saya lihat sudah banyak sekali petugas KAI yang siap melakukan atau sedang melakukan proses recovery ini,” katanya.

15 Orang Meninggal Dunia

Sebelumnya, AHY menyebut jumlah korban meninggal dunia kini menjadi 15 orang. Informasi ini termutakhir pada pukul 13.00 WIB. 

“Dan update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia,” katanya di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, masih ada 88 orang lainnya yang masih mendapatkan penanganan medis. Termasuk tiga orang yang terjepit saat proses evakuasi.

Semua penanganan medis diberikan secara maksimal, kata AHY, jelas tujuannya untuk menyelamatkan para korban.

“88 orang yang masih dirawat, termssik ada 3 yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit,” ujarnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya