Liputan6.com, Jakarta - Tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam masih menyisakan duka mendalam. Selain menelan belasan korban jiwa, hingga kini sejumlah korban dilaporkan belum ditemukan.
Salah satunya adalah Vica Acnia Fratiwi (23), seorang pekerja yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Advertisement
Perwakilan keluarga, Rika Julian Sari mengatakan, kabar hilangnya Vica pertama kali diterima keluarga pada malam kejadian. Tanpa menunggu lama, pihak keluarga langsung bergegas menuju lokasi kecelakaan dan menyisir sejumlah rumah sakit rujukan.
Namun hingga kini, keberadaan Vica masih belum diketahui. Rika mengatakan, beberapa barang milik Vica telah ditemukan di lokasi kejadian, seperti laptop dan tas. Meski begitu, barang tersebut belum memberi petunjuk pasti tentang keberadaan korban.
“Ada laptop sama tasnya,” ujar Rika kepada Liputan6.com, Selasa (28/4/2026).
Saat ini, keluarga tengah menempuh proses identifikasi dengan melakukan tes DNA di RS Polri. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan apakah Vica termasuk dalam daftar korban kecelakaan yang belum teridentifikasi.
“Kami masih menunggu kepastian. Sekarang keluarga sedang tes DNA di RS Polri,” kata Rika.
Di tengah ketidakpastian yang menyelimuti, keluarga hanya bisa berharap ada kejelasan secepatnya. Mereka juga memohon doa agar Vica dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Data Korban
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan perkembangan terbaru pasca kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Berdasarkan data hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 14 orang. Seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
“Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ujar Bobby.
Para korban luka saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Di tengah proses penanganan korban, KAI juga memastikan bahwa barang-barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan. Seluruh barang tersebut kini berada di layanan lost and found dan didata secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian guna mendukung proses identifikasi.
“Pendataan dan pengelolaan barang dilakukan secara terkoordinasi bersama kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut,” jelas Bobby.
Untuk membantu keluarga korban, KAI telah mendirikan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, keluarga juga dapat mengakses informasi melalui Contact Center KAI 121.
Seiring dengan proses evakuasi dan penanganan yang masih berlangsung, operasional di Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu dihentikan. Layanan KRL saat ini hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir sudah mulai dibuka secara terbatas untuk perjalanan kereta api.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, turut menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban yang terdampak.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban meninggal dunia dan keluarga yang ditinggalkan, serta kepada seluruh pelanggan yang terdampak,” ujarnya.
Anne menegaskan, fokus utama KAI saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik, sekaligus menjamin keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat.
“Seluruh proses kami upayakan berjalan dengan kehati-hatian serta koordinasi yang kuat,” tutupnya.