Mayora Kantongi Penjualan Rp 9,39 Triliun hingga Maret 2026

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat lonjakan laba tetapi penjualan turun hingga Maret 2026.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 28 April 2026, 13:30 WIB
Kinerja keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) pada kuartal I-2026 menunjukkan perbaikan signifikan di sisi profitabilitas, meski penjualan bersih mengalami penurunan. (Liputan6.com/HO/Bal)

Liputan6.com, Jakarta - Kinerja keuangan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) pada kuartal I 2026 menunjukkan perbaikan signifikan di sisi profitabilitas, meski penjualan bersih mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 (tidak diaudit) dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (28/4/2026), perseroan mampu mencatat lonjakan laba bersih dan efisiensi yang tercermin dari penurunan beban serta liabilitas.

Hingga 31 Maret 2026, penjualan bersih Mayora tercatat sebesar Rp 9,39 triliun, turun dibandingkan periode sama 2025 yang mencapai Rp 9,85 triliun. Meski demikian, laba kotor justru meningkat menjadi Rp 2,49 triliun dari sebelumnya Rp 2,16 triliun. Kenaikan ini berlanjut pada laba usaha yang melonjak menjadi Rp 1,17 triliun dari Rp 846,19 miliar pada tahun sebelumnya.

Laba sebelum pajak juga meningkat menjadi Rp 1,17 triliun dari Rp 869,58 miliar. Adapun laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 964,99 miliar, naik signifikan dibandingkan Rp 704,94 miliar pada 2025. Sejalan dengan itu, jumlah penghasilan komprehensif juga meningkat menjadi Rp 962,09 miliar dari Rp 719,79 miliar.

Kinerja positif ini turut mendorong laba per saham naik menjadi 42, dibandingkan 31 pada periode yang sama tahun lalu.

Struktur Keuangan Lebih Sehat

Dari sisi neraca, Mayora mencatat total aset sebesar Rp 28,63 triliun per 31 Maret 2026, turun dari Rp 31,37 triliun pada akhir 2025. Penurunan ini berasal dari berkurangnya aset lancar menjadi Rp 5,11 triliun dari Rp 5,84 triliun, serta sedikit penurunan aset tidak lancar menjadi Rp 10,03 triliun dari Rp 10,12 triliun.

Namun demikian, kondisi keuangan perusahaan justru terlihat lebih solid dengan penurunan liabilitas yang cukup tajam. Liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp 4,44 triliun dari Rp 6,29 triliun, sementara liabilitas jangka panjang menyusut menjadi Rp 5,00 triliun dari Rp 6,72 triliun. 

Secara total, liabilitas perusahaan turun menjadi Rp 9,45 triliun dari Rp 13,01 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, ekuitas Mayora mengalami peningkatan menjadi Rp 19,18 triliun per akhir Maret 2026, dibandingkan Rp 18,36 triliun pada akhir 2025.

 

Kinerja 2025

Ilustrasi laporan keuangan (Foto: Isaac Smith/Unsplash)

Sebelumnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatat kinerja keuangan beragam sepanjang 2025. Perseroan meraih pertumbuhan penjualan tetapi laba turun pada 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (18/3/2026), PT Mayora Indah Tbk meraup penjualan Rp 38,68 triliun pada 2025. Penjualan perseroan naik 7,23% dari 2024 sebesar Rp 36,07 triliun.

Beban pokok penjualan naik 8,7% menjadi Rp 30,18 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 27,77 triliun. Seiring hal itu, laba kotor naik 2,28% menjadi Rp 8,49 triliun dari 2024 sebesar Rp 8,30 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan menjadi Rp 3,88 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,52 triliun. Beban umum dan administrasi bertambah 8,69 persen menjadi Rp 885,62 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 857,91 miliar. Dengan demikian, beban usaha naik 8,69% menjadi Rp 4,76 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,3 triliun.

Dengan demikian, laba usaha susut 4,89% menjadi Rp 3,72 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,91 triliun. Laba sebelum pajak merosot 6,8% dari Rp 3,88 triliun pada 2024 menjadi Rp 3,61 triliun. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 4,5% menjadi Rp 2,86 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,01 triliun. Dengan demikian, laba per saham turun menjadi Rp 128,42 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 134,19.

Ekuitas perseroan naik 7,3% menjadi Rp 18,36 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 17,10 triliun. Liabilitas bertambah 3,09% menjadi Rp 13,01 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 12,62 triliun.  Aset perseroan tumbuh 5,5% menjadi Rp 31,37 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 29,72 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara Rp 5,8 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,6 triliun.

 

Tawarkan Obligasi

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan III Tahap III Tahun 2025 senilai Rp 827,54 miliar. Penawaran obligasi itu bagian dari penawaran umum berkelanjutan III Mayora Indah dengan target dana Rp 2 triliun.

Obligasi yang akan diterbitkan dan ditawarkan terbaru ini dengan dua seri, antara lain:

Seri A: obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 5,85% per tahun dengan jangka waktu lima tahun sejak tanggal emisi. Obligasi seri A yang ditawarkan sebesar Rp 363,52 miliar.

Seri B: obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,15% per tahun, berjangka waktu tujuh tahun sejak tanggal emisi. Jumlah pokok obligasi seri B yang ditawarkan sebesar Rp 464,02 miliar.

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi, yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (4/12/2025).

Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 18 Maret 2026.

"Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo, yaitu tanggal 18 Desember 203 untuk seri A dan 18 Desember 2032 untuk seri B,” demikian seperti dikutip.

Perseroan akan memakai dana hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya emisi untuk memberikan pinjaman kepada anak perusahaan yakni TES. Pinjaman kepada anak usaha itu akan dipakai untuk pembiayaan modal kerja meliputi pembelian bahan baku, bahan pembungkus, dan pembayaran biaya operasional lainnya yang dapat timbul.

PT Mayora Indah Tbk telah menunjuk penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi antara lain PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas.

Sedangkan yang bertindak sebagai wali amanat yakni PT Bank Permata Tbk (BNLI).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya