Polisi Sebut 10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Belum Teridentifikasi

Polda Metro Jaya menyebut sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur belum teridentifikasi.

oleh Tim NewsDiterbitkan 28 April 2026, 11:57 WIB
Situasi terkini usai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat (Jabar) hingga Selasa pagi (28/4/2026). (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

 

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur belum teridentifikasi. Hal itu diutarakan pihak Polda Metro Jaya, Selasa siang (28/4/2026). Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, saat ini terdapat 10 orang jenazah korban yang berada di RS Polri Kramat Jati dan masih dalam proses identifikasi karena belum diketahui identitasnya.

"Proses identifikasi terus dilakukan oleh tim gabungan guna memastikan data korban dapat segera diketahui dan disampaikan kepada pihak keluarga," katanya.

Polda Metro Jaya juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga pascakejadian tersebut untuk segera mendatangi RS Polri Kramat Jati.

"Langkah ini dilakukan guna membantu proses pencocokan data serta mempercepat pengidentifikasian korban," ucapnya.

Pihak kepolisian turut mendukung mendukung proses pemulihan kejadian, mulai dari pengamanan lokasi hingga proses evakuasi korban.

"Polisi turut mendukung evakuasi, pemulihan, dan pengidentifikasian korban agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan cepat dan tepat," ujarnya.

Berdasarkan kronologis singkat, insiden bermula saat sebuah kendaraan melintas di perlintasan rel di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, kereta api melaju dan tidak dapat menghindari tabrakan, sehingga menyebabkan kendaraan tertabrak dan menimbulkan korban.

Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebutkan korban meninggal dunia atas insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam, bertambah menjadi 14 orang.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan berdasarkan data terbaru tercatat 14 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu.

Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

 

 

 

Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup

PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih menutup sementara Stasiun Bekasi Timur untuk naik-turun penumpang KRL Commuter Line. KAI masih akan mengevaluasi keseluruhan aspek sebelum bisa dioperasikan lagi.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, evaluasi tersebut tak sebatas soal tertutupnya rel dari sisa tabrakan kereta. Namun juga terkait persinyalan hingga listrik aliran atas

 

"Kita tentukan ya, kita evaluasi dulu sedikit. Kan jalur hilirnya sudah kita bebaskan, sekarang kita bekerja untuk jalur hulu," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

"Bebasin jalur ini kan tidak hanya tidak ada halangan di atasnya, kita juga harus pastikan kondisi dari relnya," sambungnya.

Bobby menyebut, persinyalan dan aliran listrik juga perlu dipastikan kesiapannya. Khawatirnya, hal tersebut juga terdampak tabrakan KA 4 Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin (27/4/2026) malam. Sehingga, belum bisa dipastikan kapan Stasiun Bekasi Timur akan dioperasikan lagi.

"Kondisi juga dari LAA-nya di atas, kemudian kondisi juga dari persinyalannya. Jangan-jangan ter-impact oleh tumburan tadi malam. Jadi segera nanti kita evaluasi jika semua komponen itu jalan, segera kita buka," jelas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya