Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) merek BP AKR, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,98 triliun dari kinerja tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin, 27 April 2026. Dengan demikian, para pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 100 per saham. Sepanjang 2025, AKRA mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,47 triliun.
Advertisement
“Dengan total nilai sekitar Rp 1,98 triliun, yang mencerminkan rasio pembagian sekitar 80,08% dari laba bersih tahun 2025,” ujar Perseroan dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (28/4/2026).
Adapun, nilai tersebut telah mencakup dividen interim sebesar Rp 50 per saham yang sebelumnya dibayarkan pada 19 Agustus 2025. Besaran dividen ini juga sama dengan yang dibagikan untuk tahun buku 2024.
Selain keputusan pembagian dividen, RUPST juga menyepakati perubahan dalam jajaran direksi, termasuk berakhirnya masa jabatan Suresh Vembu sebagai Direktur yang efektif per 30 Juni 2026. Selain itu, rapat turut menetapkan besaran remunerasi bagi Direksi dan Dewan Komisaris.
Sebelumnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bersama entitas anaknya meraup pendapatan sebesar Rp 12,94 triliun pada kuartal I 2026 berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026 yang belum diaudit. Pendapatan perseroan naik 26,18% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,25 triliun.
Capaian ini mencerminkan aktivitas operasional yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi yang berlangsung pada awal tahun.
Sisi Profitabilitas
Mengutip keterbukaan informasi BEI, Minggu (26/4/2026), dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan laba neto periode berjalan sebesar Rp 760,25 miliar. Laba itu tumbuh 25,80% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 604,32 miliar. Angka ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga efisiensi serta mengoptimalkan pendapatan yang diperoleh sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 656,49 miliar, naik 12,61% dari periode kuartal pertama 2025 senesar Rp 565.20 miliar.
Selain itu, total penghasilan komprehensif periode berjalan tercatat sebesar Rp 776,30 miliar. Nilai ini sedikit lebih tinggi dari laba neto, mencerminkan adanya kontribusi dari komponen pendapatan komprehensif lainnya yang memperkuat kinerja keseluruhan perusahaan.
Laba per saham juga tercatat sebesar Rp 33,25, yang menjadi indikator positif bagi para investor terkait potensi imbal hasil dari investasi di perusahaan tersebut. Kinerja ini memberikan sinyal optimisme terhadap prospek bisnis ke depan.