Liputan6.com, Jakarta - Pusat Kebudayaan dan Sains Rusia Russian House Jakarta menggelar pemutaran film berjudul Dugout pada Senin (27/4/2026). Acara ini digelar sebagai bagian dari upaya memperingati sejarah Perang Patriotik Besar sekaligus memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Rusia.
Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pemutaran film, tetapi juga sesi refleksi sejarah yang mengajak peserta meninjau kembali peristiwa besar dalam sejarah Rusia yang dikenal sebagai Perang Patriotik Besar, yang merujuk pada pertempuran Uni Soviet melawan Nazi Jerman pada Perang Dunia II.
Advertisement
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dalam sambutannya menekankan bahwa kemenangan Uni Soviet dalam perang tersebut memiliki dampak luas bagi dunia, termasuk mendorong lahirnya berbagai gerakan kemerdekaan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.
“Kemenangan dalam Perang Patriotik Besar memberikan dorongan bagi perjuangan yang kemudian mengarah pada kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945,” ujar Tolchenov.
Ia menambahkan bahwa menjaga ingatan sejarah merupakan tanggung jawab lintas generasi, meskipun waktu terus berjalan dan generasi baru telah lahir.
Film Dugout sendiri digambarkan sebagai karya bernuansa fiksi yang mengambil latar Perang Dunia II. Meski terinspirasi dari sejarah, film ini tidak sepenuhnya bersifat dokumenter, melainkan menggunakan pendekatan fantasi untuk menggambarkan pengalaman manusia di tengah situasi perang.
Menurut pihak penyelenggara, film tersebut bertujuan mengajak penonton merenungkan pertanyaan moral dan eksistensial, terutama tentang bagaimana manusia akan bersikap dalam kondisi ekstrem seperti perang.
Acara ini juga menjadi ruang dialog budaya yang menghubungkan pengalaman sejarah dengan refleksi masa kini, sekaligus mendorong pemahaman lintas generasi mengenai nilai-nilai ketahanan dan kemanusiaan di tengah konflik bersenjata.