6 Jenis Anggrek yang Bunganya Tahan Lama dan Tips Perawatannya, Percantik Rumah

Ingin rumah selalu dihiasi bunga indah? Temukan 6 jenis anggrek yang bunganya tahan lama dan tips perawatannya agar mekar sempurna, cocok untuk pemula.

oleh Edelweis LararenjanaDiterbitkan 27 April 2026, 12:17 WIB
Ilustrasi Anggrek Tempel Dinding (Image by Gemini AI)

Liputan6.com, Jakarta - Anggrek dikenal sebagai salah satu tanaman hias yang memiliki keindahan elegan dan daya tarik eksotis. Tidak hanya bentuk bunganya yang memikat, beberapa jenis anggrek juga memiliki keunggulan berupa ketahanan bunga yang lebih lama dibandingkan tanaman hias lainnya. Hal ini tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi pecinta tanaman yang ingin menikmati keindahan bunga tanpa harus sering menggantinya.

Memilih jenis anggrek yang bunganya tahan lama juga dapat menjadi solusi praktis untuk dekorasi rumah maupun peluang usaha tanaman hias. Dengan perawatan yang tepat serta pemilihan varietas yang sesuai, anggrek dapat berbunga dalam waktu yang panjang dan tetap tampil segar. Berikut berbagai jenis anggrek yang dikenal memiliki daya tahan bunga lebih lama, lengkap dengan tips dasar perawatannya.

Anggrek Bulan (Phalaenopsis)

Budidaya Anggrek Bulan (Gemini AI)

Anggrek Bulan, atau Phalaenopsis, adalah salah satu Jenis Anggrek yang Bunganya Tahan Lama dan paling populer sebagai tanaman hias. Anggrek ini dikenal dengan bentuk bunga yang elegan dan kemampuan mekarnya yang bisa bertahan hingga 2-3 bulan, bahkan beberapa varietas mampu mekar lebih lama. Perawatannya relatif mudah, menjadikannya pilihan ideal bagi pemula yang ingin mencoba memelihara anggrek di rumah.

Varietas lokal Indonesia dari Anggrek Bulan sangat adaptif terhadap kelembapan tinggi, sementara varietas Bangkok (Thailand) menawarkan tampilan yang tegas, warna cerah, dan ketahanan mekar yang bisa empat minggu lebih lama. Anggrek ini tumbuh memanjang ke atas dengan satu batang utama (monopodial) dan daunnya lebar berwarna hijau gelap. Bunga Phalaenopsis dapat mekar secara bertahap dari pangkal hingga ujung tandan, menambah nilai estetika yang abadi.

 

 

Anggrek Dendrobium

Pekerja menunjukkan bunga Angrek di tempat pengembangan anggrek Gino Nursery, Kaliurang, Bogor, Selasa (4/1/2021). Anggrek yang sudah berbunga siap dijual online maupun offline dengan kisaran harga dari 30 ribu rupiah hingga mencapai jutaan rupiah tergantung jenisnya. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Anggrek Dendrobium juga termasuk dalam daftar Jenis Anggrek yang Bunganya Tahan Lama, terutama jenis hibrida yang bunganya bisa bertahan 2-3 bulan atau lebih dengan perawatan yang tepat. Bunga-bunga kecilnya bahkan dapat muncul beberapa kali dalam setahun, memberikan keindahan yang berkelanjutan. Anggrek ini sangat tahan di berbagai kondisi cuaca, termasuk iklim tropis Indonesia.

Dendrobium populer sebagai bunga pot karena produksi bunganya yang tinggi, warna yang indah dan bervariasi, serta bentuk bunga yang menarik. Anggrek ini memiliki mahkota bunga yang kompak, tekstur bunga tebal, tahan lama sebagai bunga potong, dan tangkai bunga yang panjang. Pola pertumbuhan simpodialnya memungkinkan Dendrobium untuk terus berkembang dan menghasilkan bunga secara berkesinambungan.

Anggrek Cattleya

Anggrek Cattleya/pexels.com

Dikenal sebagai anggrek korsase, Anggrek Cattleya menawarkan bunga yang besar, warna mencolok, dan motif unik seperti garis atau bintik. Meskipun biasanya hanya berbunga sekali setahun, daya tahan bunganya bisa mencapai 1 bulan. Sepalnya yang tebal membuat bunga ini awet dan tidak mudah layu atau rontok.

Selain keindahan visualnya, Anggrek Cattleya juga memiliki bau harum yang memikat, bahkan beberapa jenis memiliki aroma vanila dan kayu manis. Anggrek ini membutuhkan intensitas matahari sekitar 30-50% dan sebaiknya diberi naungan untuk pertumbuhan optimal. Keindahannya yang mencuri perhatian menjadikannya salah satu Jenis Anggrek yang Bunganya Tahan Lama dan patut dipertimbangkan.

Anggrek Vanda

Anggrek cantik dari lereng Merapi ini bernama Vanda Tricolor itu terbilang lebih istimewa dari bunga sejenis yang tumbuh di NTB dan Jabar. (dok. BukaLapak.com/Susanties Garden)

Anggrek Vanda menonjol dengan ketahanan mekar kuntum bunga selama 28-40 hari, menjadikannya salah satu Jenis Anggrek yang Bunganya Tahan Lama. Keunggulan utamanya adalah variasi warna dan corak yang kaya, ukuran bunga yang besar, serta bentuk yang menarik. Anggrek ini juga dikenal rajin berbunga, bisa 2-3 kali per tahun, dan mudah dibudidayakan.

Uniknya, Anggrek Vanda dapat tumbuh subur tanpa media tanam, dengan akarnya yang panjang menjuntai, dan dapat hidup lebih dari 20 tahun. Anggrek Vanda sering dikaitkan dengan kekuatan, daya tahan, dan ketahanan, mencerminkan karakteristik bunganya yang awet.

 

Anggrek Oncidium

Anggrek Oncidium/wikipedia.com

Kuntum Anggrek Oncidium, seperti varietas Sharry Baby, dapat bertahan mekar hingga 2 bulan, menjadikannya pilihan menarik dalam kategori Jenis Anggrek yang Bunganya Tahan Lama. Anggrek ini memiliki bunga yang cantik dan rimbun, mudah dalam perawatan, mudah beradaptasi, serta rajin berbunga.

Beberapa varietas Oncidium bahkan memiliki aroma wangi seperti cokelat atau vanila, menambah daya tariknya. Anggrek ini menyukai ruangan yang sangat terang tetapi tanpa paparan sinar matahari langsung, kecuali di daerah berawan atau pagi hari, untuk memastikan mekarnya bunga yang optimal.

 

Anggrek Epidendrum

Jenis Anggrek yang Mudah Perawatannya/Pixabay

Anggrek Epidendrum adalah genus yang sangat kosmopolit dan dikenal karena kemudahan perawatannya, menjadikannya pilihan yang sangat baik bagi pemula. Bunganya umumnya kecil namun sangat mencolok, seringkali berkelompok dalam gugusan terminal, dan mengeluarkan aroma harum yang memikat. Bunga Epidendrum memiliki berbagai macam warna, termasuk jingga, merah, kuning, dan ungu, yang bervariasi tergantung pada spesiesnya.

Anggrek ini dapat berbunga beberapa kali dalam setahun, dan bunganya dapat bertahan selama beberapa minggu hingga bulan. Banyak spesies Epidendrum bersifat epifit, tumbuh menempel pada pohon atau bebatuan, sementara yang lain bersifat terestrial, tumbuh di tanah. Epidendrum cocok untuk iklim semi tropis dan tropis, menjadikannya pilihan fleksibel untuk berbagai kondisi lingkungan dan salah satu Jenis Anggrek yang Bunganya Tahan Lama.

Tips Perawatan Anggrek agar Bunga Mekar Lebih Lama

Ketahui media tanam dan jenis pot terbaik untuk anggrek agar akar tetap bernapas. (dok. Freepik)

Pencahayaan yang Ideal

Pencahayaan merupakan faktor krusial agar bunga anggrek dapat mekar secara optimal dan tahan lama. Anggrek membutuhkan cahaya matahari yang cukup, namun hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu terik. Tempatkan anggrek di lokasi yang mendapatkan cahaya matahari pagi atau sore, seperti di dekat jendela atau area terang yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Cahaya yang kurang dapat menyebabkan anggrek gagal mekar, sementara terlalu banyak cahaya langsung berisiko membuat daun terbakar dan bunga cepat rontok. Untuk Anggrek Cattleya, intensitas matahari yang dibutuhkan sekitar 30-50%, sehingga sebaiknya diberi naungan. Anggrek Oncidium menyukai ruangan yang sangat terang tetapi tanpa paparan sinar matahari langsung, kecuali di daerah berawan atau pagi hari.

Penyiraman yang Benar

Penyiraman yang tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan akar dan memperpanjang masa mekar bunga. Hindari menyiram terlalu sering karena dapat menyebabkan akar membusuk, namun jangan pula biarkan media tanam mengering sepenuhnya. Siram anggrek sekitar 2-3 kali seminggu jika cuaca panas dan kering, pastikan media tanam sudah setengah kering sebelum disiram kembali.

Gunakan air bersih bersuhu ruang dan jangan biarkan air menggenang di pot. Anggrek muda membutuhkan lebih banyak air, sekitar satu kali sehari, sedangkan anggrek yang lebih besar cukup disiram dua hari sekali. Penting juga untuk menghindari bunga anggrek terkena air secara langsung karena dapat mempercepat kerontokan.

Kelembaban Udara dan Sirkulasi

Anggrek menyukai kelembaban udara yang cukup, idealnya berkisar 50-70%, untuk mendukung pertumbuhan dan mekarnya bunga yang tahan lama. Jika lingkungan terlalu kering, Anda bisa menggunakan humidifier atau meletakkan wadah berisi air di sekitar tanaman. Menyemprotkan air ke daun dan akar dengan sprayer juga bisa membantu, namun jangan berlebihan.

Selain kelembaban, sirkulasi udara yang baik juga sangat penting. Tempatkan anggrek di area dengan aliran udara yang lancar untuk mencegah pertumbuhan jamur dan penyakit. Kondisi lingkungan yang ideal akan membantu anggrek tetap sehat dan bunganya mekar lebih lama.

Pemupukan Rutin

Pemupukan rutin sangat diperlukan agar anggrek tumbuh subur dan menghasilkan bunga yang indah serta tahan lama. Gunakan pupuk khusus anggrek setiap 1-2 minggu sekali, dengan takaran ¼ – ½ dari anjuran pada label kemasan. Pemupukan sebaiknya dilakukan setelah penyiraman untuk mencegah akar "terbakar".

Sesekali bilas media tanam dengan air bersih untuk menghindari penumpukan garam dari pupuk yang dapat merusak akar. Kurangi pemberian pupuk selama musim dorman atau setelah anggrek selesai berbunga. Pupuk cair juga dapat disemprotkan pada daun dan akar seminggu sekali dengan dosis 1/2 sendok teh untuk 1 liter air, mendukung nutrisi optimal bagi tanaman.

Media Tanam yang Tepat

Pemilihan media tanam yang tepat adalah fondasi utama untuk kesehatan anggrek dan ketahanan bunganya. Anggrek membutuhkan media tanam khusus yang dapat menjaga kelembaban tanpa menyebabkan akar membusuk. Beberapa pilihan media tanam yang cocok meliputi serutan kayu atau kulit pohon pinus yang menyediakan drainase baik dan aerasi akar.

Moss sphagnum juga efektif dalam menjaga kelembaban, sementara arang kayu dapat membantu mencegah jamur dan penyakit akar. Media tanam yang baik harus tidak cepat lapuk, memudahkan akar menempel, berongga (porous) untuk sirkulasi udara, dapat menyimpan zat hara, serta tidak mudah menjadi sumber penyakit, memastikan lingkungan tumbuh yang optimal.

Pemangkasan Setelah Bunga Layu

Setelah semua bunga anggrek layu, lakukan pemangkasan yang tepat untuk mendorong pertumbuhan baru dan potensi mekarnya bunga berikutnya. Potong setengah batangnya yang sudah layu. Jika batang telah berubah warna menjadi coklat atau mati sepenuhnya, potong kembali hingga ke pangkal tanaman.

Pemangkasan ini membantu anggrek mengalihkan energinya untuk pertumbuhan vegetatif dan persiapan untuk siklus berbunga selanjutnya. Praktik ini penting untuk menjaga kesehatan tanaman secara keseluruhan dan memastikan anggrek tetap produktif dalam menghasilkan bunga yang indah.

Penggantian Pot (Repotting)

Penggantian pot atau repotting umumnya perlu dilakukan setahun sekali untuk menjaga kesehatan anggrek. Tanda-tanda bahwa anggrek membutuhkan repotting meliputi dedaunan yang menguning, anggrek tidak tumbuh, akar mati atau rusak, atau akar mulai tumbuh di tepi pot, menunjukkan bahwa media tanam sudah tidak lagi optimal atau pot terlalu kecil.

Waktu terbaik untuk menanam kembali adalah tepat setelah anggrek selesai berbunga. Proses ini memberikan ruang baru bagi akar untuk berkembang dan media tanam yang segar untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan, sehingga mendukung pertumbuhan yang kuat dan potensi bunga yang tahan lama di masa mendatang.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apa saja jenis anggrek yang mudah perawatannya?

Enam jenis anggrek yang dikenal mudah perawatannya adalah Anggrek Bulan (Phalaenopsis), Anggrek Dendrobium, Anggrek Cattleya, Anggrek Oncidium, Anggrek Kantung (Paphiopedilum), dan Anggrek Epidendrum.

2. Mengapa Anggrek Bulan cocok untuk pemula?

Anggrek Bulan cocok untuk pemula karena perawatannya mudah, memiliki bentuk bunga elegan, dan periode mekar yang bisa berlangsung lama.

3. Berapa lama bunga Anggrek Vanda dapat bertahan mekar?

Bunga Anggrek Vanda memiliki ketahanan mekar kuntum bunga selama 28-40 hari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya