Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah orang tua dari bayi-bayi korban penganiayaan 13 pengurus daycare Little Aresha di Kelurahan Sorosutan, Umbulharjo, mengadu ke Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Dalam pertemuan tersebut, para orang tua meminta perlindungan untuk anak-anaknya.
"Karena anak-anak yang sekarang ini dirasakan ada beberapa anak dengan tanda-tanda yang kurang sehat secara psikologis, sehingga kami sudah diskusi dengan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), dengan dinas segera setelah ini langsung rapat untuk membentuk tim pendampingan," kata Hasto. Dikutip dari Antara, Minggu (26/4/2026).
Advertisement
Menurut dia, tim pendampingan psikologis yang dibentuk tersebut akan melibatkan berbagai ahli yang dibutuhkan, seperti ahli psikologi anak, ahli tumbuh kembang anak, ahli gizi untuk asupan anak, termasuk ahli pengasuhan.
Orang tua para korban mengeluhkan perlakuan kepada anak anak mereka selama diasuh di tempat penitipan anak tersebut.
"Sudah kami catat perlakuan-perlakuan yang diindikasikan dilakukan kepada anak-anak mereka. Mereka bersedih kami juga ikut sangat bersedih, karena apa yang dia ceritakan membuat kita sebagai orang tua itu bisa membayangkan seperti apa anak yang tidak bisa protes, dan anak yang belum punya 'bergaining position' seperti apa tapi ada perlakuan itu," bebernya.
Dia mengatakan dari audiensi, orang tua juga mengalami gangguan karena stres dengan kondisi yang mengejutkan tersebut, sehingga orang tua menangis dan menginginkan pendampingan secara psikologi kepada orang tuanya.
"Sehingga kita pun juga bersama-sama menyiapkan pendampingan, dan kita punya psikolog-psikolog yang ada di psikolog klinis di puskesmas jumlahnya ada 18 psikolog juga kita siapkan," pungkasnya.