Biaya Hidup Makin Mahal, Anak Muda di Amerika Serikat Kurangi Frekuensi Kencan

Berdasarkan survei yang dilakukan kepada anak muda AS, 48% dari generasi Z menyebutkan biaya kencan tinggi menghalangi mencapai tujuan keuangan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 April 2026, 07:00 WIB
Kencan kini dinilai lebih banyak berkaitan dengan keuangan ketimbang romantisme bagi banyak anak muda Amerika Serikat (AS) karena biaya hidup. (Photo by Vladimir Kudinov on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Kencan kini dinilai lebih banyak berkaitan dengan keuangan ketimbang romantisme bagi banyak anak muda Amerika Serikat (AS) lantaran biaya hidup yang semakin meningkat. Hal itu berdasarkan survei yang digelar BMO Financial Group.

Mengutip CNBC, ditulis Minggu (26/4/2026), dari survei kepada  warga AS yang lajang mengurangi frekuensi kencan dan memilih aktivitas yang lebih murah karena biaya hidup yang meningkat. Demikian berdasarkan BMO Financial Group’s 2026 BMO Real Financial Progress Index. Bank itu melakukan survei terhadap 2.501 orang dewasa pada akhir Desember-Januari.

Selain itu, 48% dari generasai Z dan 40% dari milenial yang disurvei menuturkan, biaya kencan yang tinggi menghalangi mereka untuk mencapai tujuan keuangan.

Satu kali kencan rata-rata menghabiskan biaya USD 250 atau Rp 4,31 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.250) untuk generasi Z. Sedangkan generasi milenial sekitar USD 252 atau Rp 4,34 juta, demikian berdasarkan temuan BMO.

Hampir separuh dari mereka yang lajang, 47%, mengatakan kencan tidak sepadan dengan biayanya, menurut survei tersebut.

Ini hanyalah salah satu tekanan keterjangkauan di antara banyak tekanan lainnya saat ini. Konsumen bergulat dengan biaya yang lebih tinggi untuk kebutuhan sehari-hari seperti bensin, bahan makanan, perumahan, dan asuransi kesehatan, yang mencerminkan berbagai faktor termasuk guncangan energi yang terkait dengan perang yang sedang berlangsung dengan Iran dan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Kita melihat adanya peningkatan biaya hidup, dan ini menurunkan frekuensi kencan kita dan bagaimana kita melihat atau mempersepsikan kencan,” ujar psikolog klinis, Sabrina Romanoff kepada CNBC.

“Kita melihat orang-orang lebih jarang makan malam di luar dan ada toleransi yang lebih rendah untuk pertemuan berisiko tinggi,” ia menambahkan.

 

 

 

Biaya Membuat Orang Berkencan secara ‘Defensif’

ilustrasi kencan (created by AI)

Bagi Generasi Z, biaya kencan dapat bertambah dengan cepat. Generasi Z pada umumnya melakukan sekitar sembilan kencan pada tahun sebelumnya, menurut data BMO. Itu berarti pengeluaran tahunan mereka sekitar USD 1.845 atau Rp 31,8 juta. Jumlah tersebut mencakup biaya sebelum kencan, termasuk transportasi dan perawatan diri, serta apa yang sebenarnya dihabiskan selama kencan.

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja untuk pekerja penuh waktu, jumlah tersebut kira-kira setara dengan 3% hingga 5% dari pendapatan tahunan rata-rata untuk pekerja berusia 16 hingga 34 tahun.

Romanoff mengatakan kenaikan biaya membuat orang berkencan "jauh lebih hati-hati,".

"Mereka mengambil lebih sedikit risiko dan lebih sedikit koneksi yang terbentuk."

Dinamika tersebut terlihat dalam cara para pencari jodoh muda membicarakan kencan pertama mereka.

 

Ingin Biaya Kencan Tetap Terjangkau

Ilustrasi pasangan, pacaran, kencan. (Photo by Kelly Sikkema on Unsplash)

Mahasiswa Universitas Columbia, David Kuang berusia 21 tahun, mengatakan ekonomi kencan dapat membuat setiap kencan terasa seperti perjudian.

"Ada kemungkinan yang jauh lebih tinggi bahwa sesuatu tidak berjalan lancar," tutur dia.

"Dan kemudian tagihan makan malam Anda sebesar USD 40 terbuang sia-sia untuk seseorang yang mungkin tidak akan pernah Anda ajak bicara lagi."

Leo Gabriel, pemuda berusia 22 tahun yang tinggal di New York City, juga mencoba untuk menjaga agar kencan pertama tetap terjangkau.

"Saya mungkin akan menghabiskan sekitar USD 45 hingga USD 50," katanya. "Itu cukup untuk tidak menguras kantong."

Secara keseluruhan, kata Gabriel  menganggarkan sekitar USD 150 atau Rp 2,58 juta hingga USD 200 atau Rp 3,45 juta per bulan untuk kencan.

“Mengapa saya harus menghabiskan USD 100 untuk seseorang yang mungkin bahkan tidak cocok dengan saya?” ia menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya