Liputan6.com, Jakarta - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten memastikan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang yang dilibatkan dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melalui proses seleksi yang ketat. Termasuk, mengikuti tes psikologis dan kesehatan.
Head Chef SPPG Babakan, Kuming menegaskan bahwa tenaga kerja dari warga binaan tak dipilih secara sembarangan, tapi melalui tahap penyaringan berlapis.
Advertisement
"Mereka (warga binaan) ini tuh bukan orang-orang sembarangan, dalam artian mereka sudah dites dari psikolog, dari kesehatannya, dan segala macam secara ketat," jelas Kuming dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Sabtu (25/4/2026).
Dia menjelaskan, seluruh warga binaan yang bertugas berada dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental, sehingga aman untuk terlibat dalam proses mencuci dan membersihkan ompreng.
Namun, para warga binaan tidak ikut dalam proses menyiapkan atau memasak makanan, dan tidak diperkenankan memegang benda tajam.
"Jadi, mereka insya Allah datang ke sini tidak membawa penyakit bawaan, dan tidak dalam kondisi bisa dibilang gangguan kejiwaannya, gangguan mentalnya," tegasnya.
Diawasi Petugas Lapas
Menurut Chef Kuming, minat warga binaan untuk bekerja di dapur SPPG cukup tinggi. Pihak lapas pun melakukan seleksi lanjutan sebelum mereka ditempatkan di dapur.
"Banyak dari pihak pembinaan lapas itu yang pengen kerja di sini. Tapi disortir lagi oleh lapas itu sendiri, dari attitude-nya, dari kelayakan dia, mentalnya, dan segala macam, mereka bisa masuk secara ketat," kata dia.
Selain seleksi kesehatan fisik dan mental, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Dia menyebut petugas lapas melakukan pengawasan intensif di dapur bahkan hingga malam hari.
"Pihak sipir empat (sampai) lima orang masih tetap standby di sini. Jagain di pintu depan, di pintu belakang, sama di jendela. Jadi Insyaallah aman," Kuming menandaskan.