Direktur Utama Sido Muncul Beli 500 Ribu Saham SIDO

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat kini memiliki 4.279.400 saham SIDO.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 April 2026, 18:43 WIB
Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat kembali membeli saham SIDO (Foto: Arthur Gideon/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Irwan Hidayat kembali membeli saham SIDO pada akhir April 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (24/4/2026), Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat membeli 500.000 saham SIDO dengan harga Rp 505 per saham pada 20 April 2026. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham SIDO itu sebesar Rp 252,50 juta.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Setelah transaksi pembelian saham SIDO, ia memiliki 4.279.400 saham SIDO atau setara 0,014%. Sebelumnya, Irwan mengenggeam 3.779.400 saham SIDO atau setara 0,013%.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 24 April 2026, harga saham SIDO turun 0,40% menjadi Rp 498 per saham. Harga saham SIDO dibuka stagnan di Rp 500 per saham. Saham SIDO berada di level tertinggi Rp 500 dan terendah Rp 494 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.249 kali dengan volume perdagangan saham 154.858 saham. Nilai transaksi harian saham SIDO Rp 7,7 miliar.

Sementara itu, IHSG hari ini merosot 3,38% menjadi 7.129,49. Indeks saham LQ45 susut 3,51% menjadi 690,76. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Adapun jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.383,40 dan level terendah 7.115,97. Sebanyak 670 saham melemah sehingga bebani IHSG. 83 saham menguat dan 62 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.685.048 saham dengan volume perdagangan saham 47,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 24,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.211.

Seluruh sektor saham melemah. Sektor saham energi turun 4,22%, sektor saham basic susut 2,76%, sektor saham industri merosot 3,47% dan sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 3,08%. Sementara itu, sektor saham siklikal susut 4,27%.

Lalu sektor saham kesehatan merosot 1,52%, sektor saham keuangan terpangkas 2,27%. Sektor saham properti turun 3,89%, sektor saham teknologi melemah 2,63%, sektor saham infrastruktur turun 4,08% dan sektor saham transportasi terpangkas 3,31%.

Kinerja 2025

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Sebelumnya, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Perseroan meraih pertumbuhan penjualan dan laba.

Mengutip laporan keuangan dalam keterbukaan informasi BEI,perseroan mencatat penjualan Rp 4,07 triliun pada 2025, naik 4,09% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,91 triliun.

Beban pokok penjualan bertambah 5,96% menjadi Rp 1,71 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,61 triliun. Seiring hal itu, laba bruto naik 2,78% menjadi Rp 2,36 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,30 triliun.

Perseroan mencatat laba usaha naik 4,93% menjadi Rp 1,54 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,47 triliun. Seiring hal itu, perseroan meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 4,96% menjadi Rp 1,22 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,17 triliun. Perseroan mencatat laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 41,36 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 39,03.

Ekuitas perseroan turun menjadi Rp 3,12 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,48 triliun. Total liabilitas naik menjadi Rp 561,44 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 451,78 miliar. Aset perseroan turun menjadi Rp 3,68 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,93 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 462,59 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 855,5 miliar.

 

 

Komisaris Sido Muncul Beli 300 Ribu Saham SIDO, Nilainya Segini

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Komisaris PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) Johan Hidayat menambah kepemilikan saham SIDO pada pertengahan Maret 2026. Tujuan aksi beli saham SIDO ini untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (26/3/2026), Johan Hidayat membeli 300.000 saham SIDO dengan harga Rp 505 per saham pada 16 Maret 2026. Nilai pembelian saham SIDO itu sekitar Rp 151,50 juta.

“Tujuan transaksi dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham SIDO, Johan genggam 3.157.068 saham SIDO atau setara 0,011%. Sebelumnya, ia memiliki 2.857.068 saham SIDO atau setara 0,01%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya