Jemaah Asal Tegal Meninggal di Madinah, Badal Haji Dipastikan Terjamin

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji memastikan hak ibadah jemaah haji yang meninggal di Madinah tetap terpenuhi lewat badal haji.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 24 April 2026, 17:09 WIB
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Ichsan Marsha saat jumpa pers penyelenggaraan ibadah haji 2026, 24 April 2026. (dok. tangkapan layar Zoom Kementerian Haji dan Umrah RI)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang jemaah haji Indonesia asal Tegal yang tergabung dalam kloter SOC 03, Solo, Jawa Tengah, meninggal dunia akibat serangan jantung di Madinah, Arab Saudi. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan hak ibadah almarhumah tetap terpenuhi.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami menyampaikan berita duka atas wafatnya satu jemaah haji kloter SOC III asal Solo, atas nama Rodiah, berusia 68 tahun, akibat serangan jantung. PPIH menjamin badal haji bagi jemaah yang wafat," kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ichsan Marsha, Jumat (24/4/2026).

Selain kabar duka, ia juga merilis perkembangan operasional haji yang telah berjalan empat hari. Pada Kamis, 23 April 2026, total 40 kloter dengan 15.349 jemaah telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter sudah tiba di Madinah. Di sektor layanan kesehatan, PPIH mencatat puluhan jemaah menjalani perawatan.

Sebanyak 93 orang mendapat layanan rawat jalan, dua jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan satu orang dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Ichsan juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik jemaah selama berada di Tanah Suci.

Untuk itu, prosesi seremonial di embarkasi diminta dibatasi agar tidak menambah kelelahan sebelum keberangkatan. "Kami telah menstandarkan prosedur pelepasan jemaah di embarkasi tanpa seremonial. Hal ini bertujuan agar jemaah tidak terlalu lelah dan memiliki waktu istirahat yang cukup," ujar dia.

 

Meningkatkan Kewaspadaan

Kedatangan jemaah haji dari Embarkasi Banten (JKB) di Hotel Taiba Front Madinah, Kamis dini hari, 23 April 2026, waktu Arab Saudi. (dok. Media Center Haji)

Cuaca di Madinah yang diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan rendah turut menjadi perhatian. Jemaah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi dan kelelahan.

"Untuk itu, mohon tetap jaga kesehatan, banyak minum air putih, gunakan pelindung kepala, dan kenakan pakaian yang nyaman," imbau Jubir Kemenhaj.

Ia juga meminta jemaah mengikuti arahan ketua kloter, memanfaatkan waktu istirahat, serta tidak ragu menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan. Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan memberikan keberkahan bagi seluruh jemaah Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya