Perusahaan Jasa Keuangan Ini Tawarkan Bonus Bitcoin kepada Karyawan

Perusahaan jasa keuangan ini akan membagikan bonus dalam bentuk bitcoin dengan menyasar karyawan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 April 2026, 14:00 WIB
Perusahaan jasa keuangan bitcoin meluncurkan program pada Kamis, 23 April 2026 yang memungkinkan perusahaan untuk membayar bonus memakai bitcoin (BTC) (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan jasa keuangan bitcoin, Fold Holdings Inc meluncurkan program pada Kamis, 23 April 2026 yang memungkinkan perusahaan untuk membayar bonus memakai bitcoin (BTC) secara berkala kepada karyawan. Ini mengikuti jaringan restoran Steak ‘n Shake awal tahun ini.

Mengutip Yahoo Finance, Jumat (24/4/2026), program bonus bitcoin merupakan produk pertama dari Fold Business, divisi perusahaan baru Fold.

"Kami meluncurkan program bonus bitcoin kami karena kami melihat celah yang belum diisi oleh siapapun,” ujar salah satu pendiri dan CEO Fold, Will Reeves.

Ia menambahkan, sebuah mekanisme bonus tingkat perusahaan yang cukup berbeda untuk menjadi penting, cukup mudah diakses oleh setiap karyawan, dan cukup sederhana secara operasional sehingga HR dan Keuangan tidak perlu menjadi ahli bitcoin untuk menjalankannya.

“Kami telah menciptakan kisah perekrutan yang belum pernah ada sebelumnya,” ujar dia.

Fold menyebutkan, program ini menangani semua persyaratan penyimpanan dan kepatuhan sehingga memungkinkan bisnis tradisional untuk menawarkan insentif kripto tanpa mengelola infrastruktur teknis.

Adapun perusahaan menetapkan ketentuan bonus dalam dolar AS dan Fold mengkonversi dan mengelola distribusi bitcoin.

Melalui siaran pers, perusahaan penambangan Bitcoin Simple Mining juga telah mengadopsi program ini, menawarkan bonus kepada karyawan bergaji berdasarkan masa kerjanya.

“Program bonus karyawan belum berubah selama beberapa dekade. Uang tunai masuk ke rekening dan hilang pada hari Jumat,” ujar Head of Revenue Simple Mining, Matt Garland, dalam sebuah pernyataan.

“Mengalokasikan 1% dari gaji setiap karyawan ke Bitcoin, yang dapat ditebus pada akhir tahun, memungkinkan tim kami untuk berbagi keuntungan tersebut. Bonus tumbuh seiring waktu, dan begitu pula alasan untuk tetap bertahan,”.

Di bawah program pembagian bitcoin, lebih dari 10.000 pekerja per jam Steak 'n Shake di seluruh Amerika Serikat dapat menerima bonus Bitcoin, seperti yang diumumkan pada Januari dan diimplementasikan pada 1 Maret. Jaringan restoran tersebut membayar USD 0,21 per jam kerja ke dalam program bonus untuk karyawan per jam, dan bonus tersebut akan diberikan sepenuhnya setelah dua tahun.

 

Menyasar Karyawan

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Berbeda dengan inisiatif Bitcoin perusahaan sebelumnya yang berfokus pada manajemen keuangan atau kompensasi eksekutif, program Fold secara khusus menyasar karyawan biasa di sektor-sektor seperti layanan makanan dan manufaktur, di mana tantangan retensi dan perekrutan semakin intensif sejak pandemi Covid-19.

Perusahaan berencana untuk memperluas platform Bisnisnya untuk mencakup penggajian, manajemen keuangan Bitcoin perusahaan, kartu perusahaan, dan alat keuangan perusahaan tambahan.

Fold sebelumnya berfokus pada solusi hadiah dan pengeluaran Bitcoin konsumen, termasuk kartu debit yang menawarkan hadiah Bitcoin untuk pembelian, sebelum mengembangkan layanan perusahaan ini yang bertujuan untuk membawa manfaat kripto ke tempat kerja arus utama.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Survei Deutsche: Harga Bitcoin Tak Kembali Bangkit pada 2026

Ilustrasi: Bitcoin

Sebelumnya, harga bitcoin (BTC) yang bullish terlupakan. Indeks S&P 500 telah mencapai rekor baru di atas 7.000 pada April 2026. Namun, bitcoin (BTC) belum kembali mendapatkan momentum kenaikan  yang mendorong aset digital ini ke rekor tertinggi di atas USD 122.000 pada Oktober 2025. Hal itu ditunjukkan dari survei Deutsche Bank.

Mengutip Yahoo Finance, Selasa (21/4/2026), sebuah survei baru terhadap 3.400 konsumen global oleh Deutsche Bank mungkin membantu menjelaskan mengapa kripto stagnan. Investor tidak percaya 2026 akan menjadi kembali harga bitcoin menguat.

Di Amerika Serikat (AS), 19% percaya harga bitcoin akan berada di antara USD 20.000 dan USD 60.000 pada akhir 2026. Yang perlu diperhatikan di AS, 13% berpikir harga bitcoin akan berada di bawah USD 20.000 pada 2026. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 75.798,56.

Tim Deutsche Bank mengatakan, mayoritas memperkirakan harga bitcoin akan lebih rendah dari hari ini dan sangat sedikit yang mengantisipasi kembalinya ke rekor USD 120.000 lagi.

Harga bitcoin tidak banyak bergerak selama sebulan terakhir karena investor bullish mendorong pasar saham secara luas ke level tertinggi baru.

Meskipun harga bitcoin naik sekitar 7,7% dalam 30 hari terakhir, kenaikan tersebut masih rapuh. Aset digital ini menghabiskan sebagian besar akhir Maret dan awal April diperdagangkan di bawah angka USD 70.000. Harganya hanya naik 18% dari titik terendah Februari.

Alasan utama mengapa bitcoin tidak mencapai level tertinggi baru bersamaan dengan S&P 500 adalah perbedaan mendasar dalam selera risiko.

 

Pesimistis terhadap Harga Kripto

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Sementara pasar saham telah didorong oleh pendapatan perusahaan yang kuat dan sikap "perang adalah hal yang normal" di Wall Street, bitcoin saat ini berperilaku lebih seperti aset berisiko tinggi daripada aset aman. Investor kembali ke perdagangan yang sudah teruji di sektor teknologi seperti Nvidia (NVDA) seiring meredanya kekhawatiran konflik Iran.

Wall Street tetap pesimistis terhadap bitcoin saat ini. Sebuah makalah penelitian baru dari Google bulan ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap bitcoin.

Dalam makalahnya, Google Quantum AI menggambarkan komputer kuantum hipotetis 500.000 qubit yang mampu memecahkan kriptografi kurva eliptik bitcoin dalam waktu kurang dari sembilan menit. Meskipun perangkat keras ini belum ada saat ini, temuan tersebut telah memicu pembicaraan di antara perusahaan dan pengembang mata uang kripto tentang menjaga bitcoin agar tahan terhadap serangan kuantum.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya